MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM – Di sela agenda kunjungan kerjanya ke Desa Mojosulur, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Staf Khusus Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) RI, Dr. H. Muhammad Afif Zamroni, Lc., M.E.I., menyempatkan diri menunaikan Salat Jumat bersama masyarakat di Masjid Al-Amanah, Jumat (17/7/2026).
Kebiasaan tersebut telah menjadi rutinitas Gus Afif setiap melakukan kunjungan ke berbagai desa. Berbekal latar belakang sebagai seorang santri, ia selalu berusaha menyempatkan diri beribadah bersama masyarakat sekaligus menjalin silaturahmi dengan jamaah setempat.
Usai berdialog dengan jajaran Pemerintah Desa Mojosulur, Gus Afif menuju Masjid Al-Amanah. Oleh pengurus takmir, ia dipercaya menjadi imam sekaligus khatib dalam pelaksanaan Salat Jumat.

Dalam khutbahnya, Gus Afif mengajak jamaah untuk semakin mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Ia menjelaskan bahwa salah satu mukjizat terbesar Al-Qur’an adalah keterkaitan dan keseimbangan yang sempurna antara ayat dengan ayat maupun antara satu surat dengan surat lainnya.
“Keserasian isi Al-Qur’an menunjukkan bahwa kitab suci ini bukanlah hasil karya manusia ataupun sebuah kebetulan, melainkan wahyu Allah SWT yang memiliki kesempurnaan luar biasa. Karena itu, mari kita jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan mengajarkannya kepada anak-anak kita sejak dini,” pesan Gus Afif di hadapan jamaah.
Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk terus menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an di lingkungan keluarga agar lahir generasi yang memiliki akhlak mulia dan berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.
Usai Salat Jumat, Gus Afif turut menikmati hidangan nasi pecel dalam kegiatan Jumat Berkah yang rutin digelar Takmir Masjid Al-Amanah. Program tersebut telah berjalan selama lima tahun dengan menyediakan sekitar 250 porsi makan siang bagi jamaah setiap selesai Salat Jumat.
Gus Afif mengaku terkesan dengan tradisi yang telah dibangun masyarakat Desa Mojosulur. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi contoh nyata semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang patut dipertahankan.
“Desa Mojosulur ini luar biasa. Salah satu masjidnya, Masjid Al-Amanah, memiliki tradisi yang sangat baik melalui program Jumat Berkah. Yang menarik, bukan nasi bungkus, tetapi disajikan dengan piring makan yang dikelola oleh ibu-ibu jamaah secara swadaya. Mereka memasak sendiri dengan biaya sendiri untuk disajikan kepada jamaah setelah Salat Jumat,” ujar Gus Afif.
Ia berharap tradisi tersebut terus dilestarikan karena mencerminkan nilai-nilai kebersamaan dan budaya gotong royong yang menjadi kekuatan masyarakat desa.
“Kami berharap budaya dan nilai luhur Jumat Berkah ini terus dipertahankan. Ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong masyarakat Desa Mojosulur masih sangat kuat dan menjadi teladan bagi desa-desa lainnya,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Al-Amanah, KH. M. Arifin, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas kehadiran Gus Afif yang berkenan melaksanakan Salat Jumat sekaligus menyampaikan khutbah di masjid tersebut.
“Alhamdulillah, kami sebagai Takmir Masjid Al-Amanah merasa sangat bersyukur dan bahagia atas kedatangan Gus Afif. Beliau berkenan menjadi imam sekaligus khatib. Kami juga sangat terkesan dengan khutbah beliau yang singkat, tetapi penuh makna, mudah dipahami, dan menyejukkan,” ungkap KH. M. Arifin.
Ia menjelaskan, program Jumat Berkah yang digelar setiap pekan merupakan bentuk kepedulian jamaah kepada sesama. Sekitar 250 porsi makanan disiapkan secara gotong royong oleh ibu-ibu jamaah untuk dinikmati seluruh jamaah usai Salat Jumat.
“Alhamdulillah, apa yang kami siapkan dapat dinikmati oleh Gus Afif bersama para jamaah. Semoga kunjungan beliau membawa keberkahan, manfaat, dan menjadi motivasi bagi kami untuk terus memakmurkan masjid serta menjaga tradisi Jumat Berkah yang telah berjalan selama lima tahun,” pungkasnya.(Kar)














