MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM – Komisi I DPRD Kota Mojokerto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Mojokerto, Senin (20/7/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD untuk memastikan pelaksanaan program dan realisasi anggaran berjalan sesuai dengan perencanaan.
Sidak dipimpin Ketua Komisi I DPRD Kota Mojokerto, Enny Rahmawati, bersama anggota komisi. Mereka diterima langsung oleh Kepala Bakesbangpol Kota Mojokerto, Ikromul Yasak, beserta jajaran.
Enny Rahmawati menjelaskan, sidak sengaja dilakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu agar DPRD dapat memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan program dan kondisi di lapangan.
“Kami memang tidak memberikan pemberitahuan sebelumnya karena ini merupakan agenda sidak. Kami ingin mengetahui secara langsung sejauh mana penyerapan anggaran hingga pertengahan tahun, program apa saja yang sudah dilaksanakan, serta kendala yang dihadapi apabila masih ada kegiatan yang belum berjalan,” ujarnya.
Selain mengevaluasi capaian anggaran, Komisi I juga meminta penjelasan mengenai usulan program yang diajukan Bakesbangpol dalam Perubahan APBD (P-APBD) Tahun Anggaran 2026.
Menurut Enny, Bakesbangpol memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah. Karena itu, pihaknya ingin memastikan setiap program yang telah dianggarkan dapat direalisasikan secara optimal.
“Kami ingin mengetahui seperti apa kondisi Bakesbangpol secara menyeluruh. Jika ada persoalan, setidaknya DPRD memahami dan dapat memberikan dukungan maupun solusi agar pelaksanaan program berjalan maksimal,” katanya.
Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Kota Mojokerto, Mayor Inf. (Purn.) Rufis Bahrudin, mengatakan sidak juga bertujuan mengukur kesiapan OPD dalam melaksanakan program dan penggunaan anggaran.
Menurutnya, setiap organisasi perangkat daerah harus siap memberikan penjelasan terkait pelaksanaan program, baik kepada DPRD maupun kepada masyarakat.
Di sisi lain, Kepala Bakesbangpol Kota Mojokerto, Ikromul Yasak, menyampaikan bahwa realisasi anggaran hingga semester pertama Tahun 2026 telah melampaui 50 persen. Bahkan, serapan anggaran Bakesbangpol menjadi salah satu yang tertinggi di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto.
“Alhamdulillah, hingga semester pertama realisasi anggaran kami sudah di atas 50 persen dan menjadi salah satu yang tertinggi di antara OPD di Kota Mojokerto,” jelas Ikromul.
Ia menerangkan, tingginya serapan anggaran didukung oleh sejumlah program yang telah direalisasikan, di antaranya penyaluran hibah kepada partai politik, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK), serta berbagai kegiatan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).
Selain itu, Bakesbangpol juga tengah mempersiapkan sejumlah agenda penting, termasuk rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus mendatang.
Dalam Perubahan APBD Tahun 2026, Bakesbangpol juga memperoleh tambahan anggaran sebesar Rp500 juta yang akan digunakan untuk kegiatan gathering Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Menurut Ikromul, kegiatan tersebut menjadi wadah memperkuat koordinasi dan komunikasi antarpimpinan daerah dalam menjaga stabilitas keamanan serta mengantisipasi berbagai potensi persoalan yang berkembang di Kota Mojokerto.
“Melalui forum Forkopimda, setiap dinamika yang muncul dapat dikomunikasikan dan dicarikan solusi bersama sehingga situasi Kota Mojokerto tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.(Adv-Kar)














