MOJOKERTO,JURNALDETIK.Com- Upaya pemkot Mojokerto menjadikan sebagai kota wisata dengan basis wisata buatan dan wisata budaya gencar di gaungkan, salah satu promosi yang dilakukan oleh pemerintah kota (Pemkot) Mojokerto adalah dengan aplikasi Virtual Tourism.
Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mojokerto Santi Ratnaningtyas saat Ngobrol Pintar (Ngopi) bersama awak media dengan walikota Mojokerto Hj Ika Puspitasari S.E, di kali Sengon, desa Sajen, kecamatan Pacet, Mojokerto. Pada Kamis (12/10) pekan lalu.
Santi, menjelaskan Virtual Tourism merupakan Aplikasi panduan berpariwisata di Kota Mojokerto berbasis digital ini bisa diakses melalui gadget yang bisa diunduh di play store,
“Dalam aplikasi Virtual Tourism tersebut bisa di buka tempat wisata yang berada di kota Mojokerto,” jelasnya
Lebih lanjut dikatakan, sejumlah tempat wisata, baik wisata buatan, budaya dan tempat produk unggulan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang ada di kota Mojokerto bisa di akses di aplikasi Virtual Tourism, seperti musium Sukarno kecil, alun-alun, lokasi pembuatan alas kaki dan tempat usaha lain.
“Aplikasi Virtual Tourism ini mudahkan wisatawan yang akan berkunjung ke kota Mojokerto” imbuhnya
Sementara itu, walikota Mojokerto Hj Ika Puspitasari S.E, menyampaikan dalam dukung kota Mojokerto menjadi kota wisata, tahun 2023 ini pemkot Mojokerto menyiapkan anggaran sebesar Rp 57 miliar untuk pembangunan Taman Bahari Majapahit (TBM) yang saat ini dalam proses pembangunan.
“Taman Bahari Majapahit yang berada di pinggir Sungai Ngotok ini ada banyak wahana yang dibangun, dan akan akan menjadi ikon baru, sebagai tempat destinasi wisata buatan unggulan kota Mojokerto” ungkap Ning Ita.(kar)
















