Berita  

Arumi Bachsin Apresiasi Symphony Batik Jombang 2026: Panggung Megah Unjuk Karya Wastra dan Regenerasi Perajin Muda

JOMBANG- jurnal detik.com-Suasana Aloon-Aloon Kabupaten Jombang semarak dan penuh warna pada Selasa (20/10/2026)siang. Ratusan peserta memperagakan busana batik khas Kabupaten Jombang dalam ajang Symphony Batik Jombang Tahun 2026. Ajang kompetisi fashion show tingkat Jawa Timur ini diselenggarakan sebagai bagian dari semarak Jombang Fest sekaligus memperingati Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Jombang ke-116.

Dimulai tepat pukul 14.30 WIB dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Official Jombangkab, acara ini menarik perhatian publik serta dihadiri jajaran pimpinan daerah, Ketua Dekranasda dari kabupaten/kota di Jawa Timur, serta ratusan warga yang memadati panggung peragaan.

Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi, menyampaikan bahwa Symphony Batik Jombang Tahun 2026 diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras para perajin batik di Kabupaten Jombang.

Berbicara tentang batik, sesungguhnya kita tidak hanya berbicara tentang kain dan motif yang indah. Ada cerita, ketekunan, kreativitas, dan perjalanan panjang para perajin di balik setiap helainya,” tutur Yuliati Nugrahani Warsubi dalam sambutannya.

Yuliati bertekad mendorong penggunaan batik dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi muda, agar tidak hanya menjadi pakaian saat acara-acara tertentu.

“Melalui Symphony Batik Jombang hari ini, kami ingin memberikan ruang bagi batik Jombang untuk tampil, dikenal, dan diapresiasi. Kami ingin batik tidak hanya tersimpan rapi di lemari atau dikenakan pada acara-acara tertentu, tetapi juga hadir dalam keseharian, menjadi bagian dari gaya berpakaian, termasuk bagi anak-anak muda,”tegasnya.

Jumlah peserta yang tampil dibatasi tepat 116 orang, menyelaraskan dengan angka peringatan Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Jombang yang ke-116 tahun. Para peserta terbagi dalam dua sesi peragaan, mulai dari jenjang SD/MI, SMP, hingga kategori SMA/SMK dan masyarakat umum.

“Ada 116 kesempatan untuk menunjukkan kreativitas, ada keberanian untuk tampil, dan ada semangat bersama untuk memperkenalkan batik Jombang melalui cara yang lebih menyenangkan. Nikmati panggung ini, tampil dengan percaya diri, dan berikan yang terbaik,” pesan Yuliati kepada para peserta.

Acara ini makin istimewa dengan hadirnya, Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, menyampaikan rasa kagumnya terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten Jombang dalam menjaga kelestarian warisan budaya sekaligus mendongkrak ekonomi kreatif daerah.

Sebelum menghadiri peragaan busana, Arumi bersama rombongan sempat mengunjungi langsung sentra kerajinan manik-manik kaca di Jombang.

“Batik itu bukan hanya selembar kain. Di setiap batik ada filosofi, makna, dan identitas diri kita sendiri. Kabupaten Jombang sendiri memiliki potensi kerajinan dan batik yang luar biasa, banyak kekhasan daerahnya dan berkarakter,” ujar Arumi Bachsin.

Arumi menggarisbawahi pentingnya keterlibatan anak-anak sekolah sejak dini untuk menjamin keberlanjutan tradisi dan industri kriya lokal.

“Tantangan industri kerajinan saat ini adalah bagaimana kita menjaga regenerasi dan relevansi. Makanya saya bangga sekali perlombaan hari ini diikuti peserta mulai dari tingkat SD, SMP, hingga umum. Adik-adik dari SD ini sudah kenal dan bangga pakai batik, agar melihat kalau batik itu asalkan didesain dengan bagus ternyata pantes dipakai dalam suasana apapun,” jelas Arumi.

Lebih lanjut, Arumi menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk terus mendampingi para perajin lokal, mulai dari pelatihan wirausaha baru, pengembangan desain, peningkatan standar kualitas, hingga pembukaan akses pasar berbasis digital.

“Sinergi antara Dekranasda Provinsi, Dekranasda Kabupaten/Kota, dan pemerintah adalah kunci untuk mewujudkan UMKM yang lebih berdaya saing global,” ungkap Arumi seraya membuka secara resmi ajang Symphony Batik Jombang 2026.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah serta ketua dan perwakilan Dekranasda se-Jawa Timur, antara lain:

Bupati Jombang: H. Warsubi, S.H., M.Si.

Wakil Bupati Jombang: KH. Salmanudin Yazid beserta istri, Ning Dr. Ema Erfina, M.Pd.I.

Jajaran Forkopimda Kabupaten Jombang beserta istri.

Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur: Arumi Bachsin, S.E.

Ketua Dekranasda Kabupaten Lamongan: Hj. Anis Kartikawati Yuhronur Efendi, S.Kep., Ners., M.Ek.

Ketua Dekranasda Kabupaten Nganjuk: Ny. S. Wahyuni Marhaen, S.E.

Ketua Dekranasda Kabupaten Mojokerto: Shofiya Hanak Albarraa.

Ketua Dekranasda Kota Kediri: Hj. Faiqoh Azizah Qowimmudin.

Perwakilan Dekranasda: Kota Mojokerto, Kota Probolinggo, dan Kabupaten Gresik.

Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang: Agus Purnomo, S.H. beserta istri, Lilik Zulailiyah,(,Titin Mujiati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *