MOJOKERTO, JURNALDETIK.COM – Dualisme kepengurusan di tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) semakin menjadi sorotan. Menyikapi situasi ini, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Mojokerto mendesak agar kedua pihak segera digelar Kongres Persatuan guna menyatukan kembali organisasi.
Ketua DPC GMNI Mojokerto, Agung Nurdiansyah, menegaskan bahwa perpecahan di tubuh DPP GMNI berpotensi melemahkan perjuangan organisasi dalam mengawal kepentingan rakyat dan mahasiswa.
“Kami dari DPC GMNI Mojokerto mendesak seluruh pihak untuk segera menggelar Kongres Persatuan agar GMNI kembali solid dan fokus pada perjuangan ideologis, bukan terjebak dalam kepentingan kelompok,” ujar Agung.
Sebagai rumah besar kaum nasionalis, GMNI harus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan musyawarah dalam setiap pengambilan keputusan organisasi.
“DPC GMNl Mojokerto Raya mengajak seluruh kader untuk menahan diri dari tindakan yang dapat memperkeruh situasi serta mengedepankan dialog yang konstruktif guna mencapai solusi terbaik bagi organisasi.”ujar Agung saat mengelar Konferensi pers di kantor Cabang GMNI Mojokerto Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto
Menurutnya, GMNI sebagai organisasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai nasionalisme dan marhaenisme harus mengutamakan persatuan serta tidak membiarkan dualisme berkepanjangan yang hanya akan merugikan kader dan perjuangan organisasi.
“Kami berharap semua pihak yang terlibat dalam dualisme kepengurusan bisa menahan ego dan duduk bersama untuk mencari solusi terbaik demi kebaikan GMNI ke depan,” tambahnya.
Merespon dengan terjadinya dualisme di tubuh DPP GMNl yang menghambat jalannya roda roda organisasi, sehingga terjadi kondisi kontra revolusioner.
Pada hari Senin 03 Maret 2025 kami DPC GmnI Mojokerto Raya Menyatakan Sikap sebagai berikut:
1. DPC GMNl Mojokerto Raya Menolak dualisme di tubuh GMNl yang mencederai kebesaran Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia;
2. DPC GMNl Mojokerto Raya Mendesak di selenggarakannya kongres persatuan;
3. DPC GMNl Mojokerto tidak melegitimasi DPP manapun sampai adanya kongres persatuan;
4. DPC GMNl Mojokerto Raya tidak ikut serta apabila kongres hanya di selenggarakan oleh salah satu DPP.
Demikian pernyataan sikap DPC GMNl Mojokerto Raya sebagaiman yang pernah di sampaikan oleh bung karno “Bangsa adalah segerombolan manusia yang keras, ia punya keinginan bersatu dan mempunyai persamaan watak yang berdiam di atas satu geopolitik yang nyata satu persatuan”pungkas Agung Nurdiansyah. (Kar)













