MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM – Program SMK Bisa, Desa Berdaya resmi dilaunching di SMKN 1 Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Senin (14/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Staf Khusus Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) RI Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dan Hubungan Kelembagaan, Dr. H. Muhammad Afif Zamroni, Lc., M.E.I. atau Gus Afif.
Launching tersebut dirangkaikan dengan Forum Group Discussion (FGD) bersama siswa-siswi serta jajaran guru SMKN 1 Jatirejo. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong keterlibatan generasi muda dalam menggali, mengembangkan dan mengimplementasikan potensi yang ada di desa.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Cabang Dinas Pendidikan Mojokerto Pinky Hidayati, S.Psi., M.Psi., Kepala SMKN 1 Jatirejo Akhmad Mukhlason, M.Pd., Kepala SMKN 2 Kota Mojokerto Iswahyudi, S.ST., M.Pd., serta Kepala SMKN 1 Dlanggu Johan Burhanudin, S.Kom., M.T.
Kedatangan Gus Afif di SMKN 1 Jatirejo mendapat sambutan meriah. Para siswa menyambut dengan lantunan sholawat hadrah serta prosesi pedang pora sebagai bentuk penghormatan.
Dalam kegiatan tersebut, Gus Afif juga berkesempatan melihat berbagai produk dan program hasil kreativitas siswa dari tiga sekolah, yakni SMKN 1 Jatirejo, SMKN 1 Dlanggu dan SMKN 2 Kota Mojokerto.
Berbagai produk unggulan karya siswa diperkenalkan secara langsung. Hal ini menjadi bagian penting untuk menunjukkan bahwa pendidikan SMK tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan, kreativitas dan kemampuan membaca peluang.
Kepala SMKN 1 Jatirejo, Akhmad Mukhlason, M.Pd., mengaku bersyukur atas kehadiran Gus Afif dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Mojokerto dalam launching program tersebut.
Menurutnya, kehadiran program SMK Bisa, Desa Berdaya menjadi momentum penting bagi sekolah untuk memperluas peran siswa agar ilmu dan keterampilan yang diperoleh di bangku sekolah dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kami sangat bersyukur kegiatan launching SMK Bisa, Desa Berdaya di SMKN 1 Jatirejo ini bisa dihadiri Gus Afif dan Ibu Kepala Cabang Dinas Pendidikan Mojokerto. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan potensi dan kreativitas siswa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pihak sekolah siap mendukung keterlibatan siswa dalam berbagai kegiatan di desa. Terlebih, siswa SMK memiliki kompetensi yang dapat diterapkan untuk membantu masyarakat sekaligus menjadi pengalaman bagi mereka sebelum memasuki dunia kerja maupun dunia usaha.
“Harapan kami, melalui program ini anak-anak tidak hanya belajar di sekolah, tetapi juga bisa turun langsung ke desa. Mereka bisa mengimplementasikan ilmu yang dimiliki, membantu masyarakat, sekaligus belajar membaca potensi dan peluang yang ada di lingkungan sekitar,” jelasnya.
Akhmad menambahkan, kolaborasi antara sekolah, pemerintah desa dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal diharapkan mampu melahirkan berbagai kegiatan produktif yang memberikan manfaat nyata.
“Desa memiliki banyak potensi. Tugas kita adalah bagaimana potensi tersebut bisa dikenali, dikembangkan dan menjadi peluang bagi generasi muda. Kami siap berkolaborasi dan mendukung program SMK Bisa, Desa Berdaya ini,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Mojokerto, Pinky Hidayati, S.Psi., M.Psi., menyampaikan apresiasinya terhadap kreativitas para siswa yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut.
Ia berharap para siswa diberikan ruang untuk mengembangkan keterampilan mereka, termasuk dengan terlibat langsung dalam kegiatan di desa.
“Anak-anak ini memiliki karya dan inovasi yang luar biasa. Kami berharap mereka diberikan kesempatan untuk berkreasi di luar sekolah, termasuk ke desa-desa. Mereka siap membaktikan ilmu yang sudah didapat di sekolah,” ungkap Pinky.
Menurutnya, sebagian besar lulusan SMK memiliki keinginan untuk langsung bekerja maupun berwirausaha, sementara sebagian lainnya memilih melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Karena itu, Pinky meminta para siswa tidak ragu menyampaikan cita-cita, gagasan dan harapan mereka agar dapat menjadi bagian dari pengembangan program ke depan.
“Kalian jangan malu dan jangan takut menyampaikan harapan serta cita-cita. Manfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan apa yang menjadi impian kalian,” pesannya kepada para siswa.
Ia juga menegaskan bahwa Cabang Dinas Pendidikan Mojokerto siap berkolaborasi dengan pemerintah desa maupun pihak terkait dalam pengembangan program SMK Bisa, Desa Berdaya.
Termasuk mendukung kegiatan yang berkaitan dengan Hari Desa Nasional 2027 yang rencananya akan dilaksanakan di Kabupaten Mojokerto.
Sementara itu, Gus Afif dalam materinya menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari semangat Program Cinta Desa, dengan mengintegrasikan pendidikan, pembangunan dan kearifan lokal untuk menyiapkan generasi masa depan Indonesia.
Menurut Gus Afif, generasi muda harus mulai mengubah cara pandang terhadap desa. Desa tidak boleh hanya dilihat sebagai tempat tinggal atau wilayah yang ditinggalkan ketika seseorang mencari pekerjaan di kota.
“Desa harus kita lihat sebagai masa depan. Kita ingin memastikan sumber daya manusia yang ada di desa mampu membaca potensi dan keunggulan dari masing-masing desanya,” terang Gus Afif.
Ia menjelaskan, melalui kolaborasi antara pendidikan dan pembangunan, siswa SMK dapat menjadi bagian dari proses pengembangan desa. Ilmu yang diperoleh di sekolah dapat diterapkan secara langsung untuk membantu masyarakat.
“Nantinya anak-anak bisa turun ke desa, melihat potensi yang ada, menyalurkan ilmu yang diperoleh selama di sekolah dan mengimplementasikannya di desa masing-masing,” katanya.
Gus Afif juga mendorong siswa agar tidak selalu berpikir bahwa masa depan hanya tersedia di perkotaan. Menurutnya, desa memiliki ruang yang sangat besar untuk bertumbuh, berkreasi dan membangun usaha.
“Kita harus melihat desa sebagai ruang kehidupan yang sangat terbuka. Ruang untuk bertumbuh, untuk besar dan untuk berkreasi sangat banyak di desa,” tuturnya.
Ia mencontohkan Kabupaten Mojokerto yang memiliki ratusan desa dengan berbagai potensi dan karakteristik masing-masing. Potensi tersebut, kata Gus Afif, membutuhkan generasi muda yang mampu membaca peluang dan mengembangkannya.
Gus Afif juga mengajak para siswa untuk mulai berpikir jangka panjang, tidak hanya memikirkan masa depan pribadi, tetapi juga bagaimana keberhasilan mereka nantinya dapat memberikan dampak terhadap keluarga, sekolah dan lingkungan desanya.
“Leadership menentukan. SDM menentukan. Jangan berpikir desa saya tidak ada apa-apa. Cari peluang, lihat apa yang bisa dimunculkan dari desa, kemudian dikembangkan dan dikenalkan,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Afif juga menyampaikan komitmennya untuk memberikan support anggaran bagi SMKN 1 Jatirejo, SMKN 1 Dlanggu dan SMKN 2 Kota Mojokerto dalam mendukung berbagai kegiatan siswa yang dilaksanakan di desa.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dengan pemerintah desa, sehingga keterampilan dan inovasi para siswa dapat benar-benar diterapkan untuk membantu pengembangan potensi desa.
Launching SMK Bisa, Desa Berdaya kemudian dilanjutkan dengan FGD bersama siswa-siswi dan jajaran guru. Forum tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan gagasan, aspirasi serta membahas peluang kolaborasi antara sekolah dan desa ke depan.(Kar)














