MOJOKERTO, JURNALDETIK.COM – Kegiatan Khotmil Qur’an dan Doa Bersama yang digelar warga Dusun Banjarsari, Desa Kedunglengkong, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, terus berlangsung secara istiqomah. Memasuki pelaksanaan ke-24, kegiatan yang dibina oleh Hadi Purwanto, S.T., S.H., M.H. tersebut kini telah berjalan selama dua tahun tanpa terputus.
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Makam Umum Dusun Banjarsari, kompleks Makam Eyang Tumenggung Soekarto Widjoyono atau yang lebih dikenal sebagai Mbah Sentono, menjadi wadah silaturahmi sekaligus doa bersama bagi para leluhur dan ahli kubur.

Dalam kesempatan itu, Hadi Purwanto,S.T., S.H.,M.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga dan tokoh masyarakat yang selama ini konsisten mengikuti kegiatan rutin yang digelar setiap bulan tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga dan tokoh masyarakat Dusun Banjarsari yang selalu hadir dan mendukung kegiatan ini. Alhamdulillah, tanpa terasa sudah memasuki bulan ke-24 atau genap dua tahun berjalan. Semoga kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap bulan pada Minggu pertama sebagai sarana mempererat ukhuwah dan meningkatkan keimanan masyarakat,” ujar Hadi Purwanto S.T.,S.H.,M.H.,
Sementara itu, Ustadz Mukid dalam tausiyah pembukanya mengingatkan pentingnya menghargai jasa orang-orang yang telah berperan dalam kehidupan. Menurutnya, rasa syukur kepada Allah SWT harus diwujudkan melalui penghormatan kepada orang tua, guru, dan lingkungan sekitar.
“Orang tua adalah perantara yang membuat kita lahir dan hidup di dunia ini. Begitu pula guru-guru yang telah mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah. Karena itu, kita harus berterima kasih kepada mereka sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT,” tuturnya.Minggu (7/6/2026)
Ia juga menilai keberlangsungan kegiatan selama dua tahun merupakan bukti adanya semangat istiqomah dan kebersamaan warga dalam menjaga tradisi keagamaan yang positif.
Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Ustadz Abdul Karim. Suasana khidmat terasa saat para jamaah bersama-sama memanjatkan doa untuk para leluhur dan ahli kubur.
Menutup rangkaian kegiatan, K.H. Hasan Mathori memberikan tausiyah yang menyejukkan. Ia menegaskan bahwa setiap orang yang melangkahkan kaki menuju majelis Khotmil Qur’an merupakan hamba yang sedang mencari keberkahan Allah SWT.
“Kita semua yang hadir di majelis ini sedang menjemput rahmat dan ridha Allah. Allah tidak melihat banyak atau sedikitnya jumlah manusia, tetapi melihat keikhlasan hati dan amal perbuatannya,” ungkap K.H. Hasan Mathori.
Kegiatan kemudian ditutup dengan makan tumpeng bersama yang telah disiapkan oleh Hadi Purwanto bersama sang istri. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan tampak mewarnai akhir acara, sekaligus menjadi simbol rasa syukur atas keberlangsungan kegiatan Khotmil Qur’an dan Doa Bersama yang telah memasuki usia dua tahun.(Kar)

















