banner 728x250

Terkait Pencemaran Limbah UD Puri Pangan Sejati, Usai Terima Dari KLH, Ketua Barracuda Desak Polres Segera Tetapkan Tersangka

banner 120x600
banner 468x60


MOJOKERTO, JURNALDETIK.COM – Dugaan pencemaran lingkungan hidup oleh Rumah pemotongan Ayam (RP)  UD PURI PANGAN SEJATI yang resmi ditangani oleh Satreskrim Polres Mojokerto dengan Surat Perintah Penyelidikan Nomor : Sprint.Lidik/176/III/RES.5.3/2022 pada 16 Maret 2022

Kini masuk babak baru,Pasalnya Hadi Purwanto Ketua LBH Barracuda menerima surat dari Kementrian Lingkungan Hidup RI yang isinya Hasil Verifikasi Lapangan Penanganan Pengaduan RPA UD Puri Pangan Sejati oleh yang dilakukan oleh Ditjen GAKKUM KLHK
dengan Nomor : 5.307/BPPHLHK-II/TU/04/2022 tertanggal 18 April 2022 yang pada intinya menyatakan bahwa RPA UD Puri Pangan Sejati telah terbukti melakukan pencemaran
lingkungan hidup.

“Memang benar Kami telah menerima surat hasil verifikasi dari DITJEN GAKKUM yang baru, Kami terima pada 26 April 2022 kemarin. Inti surat tersebut menyatakan bahwa subtansi pengaduan Kami terkait pembuangan air limbah ke media lingkungan yang melebihi baku mutu yang dilakukan oleh RPA UD Puri Pangan Sejati dinyatakan terbukti,” papar Hadi
Purwanto selaku Ketua Umum Barracuda Indonesia, Kamis (28/4).

Baca Juga :  Kasat Narkoba Polres Mojokerto Pengeledahan Dikantor Salah Satu Media Online di Pasuruan Telah Sesuai SOP

Masih menurut Hadi, dengan adanya surat hasil verifikasi dari DITJEN GAKKUM ini pihaknya akan melayangkan surat  kepada Kapolri, Kapolda Jawa Timur dan Kapolres
Mojokerto agar kiranya dalam waktu sesingkat-singkatnya melakukan tindakan untuk segera melakukan segara menetapkan TSK pada pelaku yang melakukan pencemaran lingkungan tersebut.

banner 325x300

“Kami segera berkirim surat himbauan kepada Kapolri, Kapolda Jawa Timur dan Kapolres
Mojokerto terkait perkara ini. Alat bukti sudah lebih dari cukup. Operasional pabrik juga sudah
dihentikan oleh GAKKUM sejak awal April kemarin. Kami berharap jajaran kepolisian dapat bertindak tegas dan terukur dengan menangkap para pelaku pencemaran lingkungan
tersebut,” tandas Hadi.

Hadi menjelaskan bahwa, alat-alat bukti sudah cukup kuat. Berdasarkan dua kali hasil uji laboratorium air limbah RPA UD Puri Pangan Sejati oleh Barracuda Indonesia yang
dilaksanakan di Laboratorium Dinas Lingkungan Provinsi Jawa Timur menyimpulkan bahwa kualitas limbah cair tersebut tidak memenuhi Baku Mutu Limbah Industri berdasar Pergub No. 72 Tahun 2013 Tentang Baku Mutu Air Limbah (kegiatan Rumah Potong Hewan)Pangan Sejati oleh Barracuda Indonesia yang
dilaksanakan di Laboratorium Dinas Lingkungan Provinsi Jawa Timur menyimpulkan bahwa kualitas limbah cair tersebut tidak memenuhi Baku Mutu Limbah Industri berdasar Pergub No. 72 Tahun 2013 Tentang Baku Mutu Air Limbah (kegiatan Rumah Potong Hewan)

Baca Juga :  Iklan Ucapan Dalam Rangka Hari Pers Nasional 2022

Pengujian pertama dilaksanakan pada 26 Desember 2018 dengan Sertifikat Hasil Pengujian Nomor : 660/3572/111.6/2018 UPT Laboratorium Lingkungan DLH Provinsi Jawa Timur.

Pengujian kedua dilakukan pada 8 Februari 2022 dengan Sertifikat Hasil Pengujian Nomor 660/3572/111.6/2018 UPT Laboratorium Lingkungan DLH Provinsi Jawa Timur.

“Hasil dua kali pengujian air limbah RPA Puri Pangan Sejati yang Kami lakukan dinyatakan
positif oleh DLH Provinsi. Dikuatkan lagi oleh hasil verifikasi DITJEN GAKKUM bahwa RPA
UD Puri Pangan Sejati terbukti melakukan pencemaran lingkungan hidup,” ujar Hadi aktivis lingkungan yang  Dlanggu ini.

Hadi juga menegaskan, Bahwa permasalahan ini sudah menjadi perhatian masyarakat luas. Sepatutnya Polres Mojokerto melakukan tindakan tegas dan terukur dalam perkara ini.

“Demi tegaknya supremasi hukum. Demi terwujudnya kelestarian lingkungan hidup. Demi
menjaga kepercayaan masyarakat akan kinerja kepolisaan. Kami berharap Polres Mojokerto
segera menangkap para pelaku pencemaran lingkungan hidup yang dilakukan oleh RPA UD
Puri Pangan Sejati,” tegas Hadi.

Diberitakan sebelumnya bahwa pada 6 Maret 2022 lalu Barracuda Indonesia resmi telah melaporkan RPA UD Puri Pangan Sejati ke Polres Mojokerto terkait dugaan tindak pidana pencemaran lingkungan hidup sebagaimana dimaksud dalam Pasal 98 ayat (1) dan/atau Pasal 99 ayat (1) dan/atau Pasal 100 UU UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan
dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.(Kar)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *