banner 728x250

Dilaporkan Oleh Barracuda ke Polda Jatim, Ini Tanggapan Santrio dan Disperindag Kota Mojokerto

banner 120x600
banner 468x60

MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM- Lembaga Kajian Hukum (LBH) Barracuda Indonesia baru-baru melaporkan Swalayan Santrio yang beralamat. Jl. Bhayangkara No.22, Mergelo, Miji, Kec. Prajurit Kulon, Kota Mojokerto ke Ditreskrimsus Polda Jatim, yang diduga memperdagangkan kurma tanpa ijin edar dan juga tanpa dilengkapi merk SNI

Menanggapi laporan itu, Manager Santri Mahfud Kholil ketika dihubungi wartawan lewat telpon, mengatakan bahwa terkait memperdagangkan, kurma Iran tanpa ijin edar dan biscuit tanpa SNI yang dijual di Swalayan Santrio. Dirinya pernah menerima Surat peringatan dari Lembaga Barracuda selaku konsumen dan kami sudah tindak lanjuti surat peringatan beliau,

banner 325x300

” Meski LKH Barracuda selaku konsumen tidak ada kenal standing, bukan atas nama pemerintah ( dinas terkait) memberi peringatan pada Sanrio, namun kami tetap menindaklanjuti peringatan tersebut dan telah menyampaikan ke Produsen yang mengirim,” ujar Mahfud

Baca Juga :  Laporan Dihentikan Oleh Polres Mojokerto, Pelapor Berkirim Surat ke Kapolda Jatim

Lebih lanjut Mahfudz, Meyampaikan setelah menerima surat peringatan, kami langsung koordinasi dengan pihak principal ( produsen ) dan mereka menjelaskan memang ada barang barang yang wajib ber SNI dan ada barang yang tidak wajib ber SNI,

“ Pihak suplier kurma Iran sudah kami telpon, ia menjawab, dalam kardus ada tulisan ijin edar dan peraoalan ini biar diurusi orang pusat, “ ungkapnya

Diakhir keterangannya, Mahfud mengatakan, baru tahu persoalan Sanrio memperdagangkan Kurma Iran diduga tanpa ijin edar, dilaporkan ke Polda Jatim.,” saya sudah pernah ketemu Hadi Barracuda, dan komplain sudah saya tindak lanjuti, kini saya baru tahu kalau beliau sudah melangkah membawa persoalan ini Polda Jatim,” terangnya

Sementara itu, Kepala Diskoperindag Kota Mojokerto Ani Wijaya dikonfirmasi awak media Via telp terkait Sanrio menjual kurma dari Iran tanpa ijin edar dan biskuit Malaysia tanpa SNI Mengatakan, yang mengeluarkan izin edar barang perdagangan itu BPOM, dari label SNI juga ada tersendiri bukan Dinas Koperasi dan Perindustrian perdagangan,

Baca Juga :  Asops dan Kakorlantas Polri Apresiasi Inovasi Jateng Dalam Penanganan Nataru

“ kami Dinas sebatas memberi pembinaan dan teguran bila terdapat Swalayan memperdagangkan barang tak sesuai aturan dan kami tak berhak lakukan penarikan,” jelasnya

Lanjut dikatakan Ani Wijaya beri penjelasan, memang kami dapat surat tembusan, tapi bukan terkait masalah itu, kalau tentang perkara itu, kami baru tahu, dan akan lakukan pengecekan terlebih dahulu, “ kami pernah dapat surat tembusan dari BARRACUDA, dan sudah perintah kan tim untuk terjun kelapangan, tapi masalah lain bukan kurma Iran, dan Terima kasih infonya,” pungkas Ani Wijaya

Baca Juga :  Program Wayahe Lapor Kapolres Via WhatsApp, Komisi III DPR Apresiasi Polres Nganjuk

Sementara itu, Agus Wahyudi ketua komisi II DPRD Kota Mojokerto,- kepada awak media mengatakan, dirinya berharap kepada dinas terkait untuk menindaklanjuti apa yang menjadi temuan dari teman-teman Barracuda.karena keselamatan komsumen wajid diutamakan.

” Bila terjadi kecerobohan dinas terkait harus menelusuri dan menerapkan aturan yang berlaku bahkan komisi II DPRD Kota Mojokerto akan melakukan sidak,” Ujarnya (Kar)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *