banner 728x250

Sudah Serahkan Alat Bukti, Pelapor  Berharap Pelaku Penipuan Mantan Kadus Pagerluyung Wetan Segera di Tangkap

banner 120x600
banner 468x60



MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM – Dugaan penipuan yang dilakukan oleh SM (Mantan Kadus Pagerluyung Wetan) terhadap Bu Satiah (65 Tahun) warga Desa Pagerluyung Kecamatan Gedeg Kabupaten Mojokerto yang ditangani oleh Unit Tipidum Satreskrim Polres MojokertoKota, saat ini memasuki babak baru.

Tepatnya hari ini, Selasa (22/11) Bu Satiah memenuhi panggilan Satreskim Polres Mojokerto
Kota berdasarkan Surat Nomor : B/2394/XI/RES.1.1./2022/Satreskrim tertanggal 17  November 2022 dengan agenda permintaan keterangan dan penyerahan bukti baru.

Dalam agenda pemeriksaan tersebut, Bu Satiah didampingi oleh Hadi Purwanto, ST., SH. selaku Ketua Umum Lembaga Kajian Hukum dan Analisa Publik “BARRACUDA
INDONESIA” dan juga selaku Ketua Lembaga Bantuan Hukum “DJAWA DWIPA”.

Sementara pemeriksaan itu sendiri berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB hingga 18.00 WIB. Sementara itu saat dikonfirmasi awak media, pria yang akrab dipanggil Hadi Gerung ini
mengatakan bahwa, Dirinya selaku Ketua lembaga  BARRACUDA INDONESIA dan LBH DJAWA DWIPA akan maksimal mendampingi  Bu Satiah untuk melaporkan SM Mantan Kadus Pagerluyung di Polres Mojokerto Kota.

“Kami terpanggil membantu Bu Satiah. Kasihan beliau. Kami akan maksimal melakukan
pembelaan. BARRACUDA INDONESIA dan LBH DJAWA DWIPA akan mengawal perkara ini hingga keadilan buat Bu Satiah terwujud. Bu Satiah adalah korban bujuk rayu mantan
Kadus Pagerluyung Wetan yang berinisal SUMI,” tutur Hadi Gerung dengan tegas

Lebih lanjut Hadi menyampaikan, dalam agenda pemeriksaan ini, pihaknya juga diserahkan beberapa bukti otentik terkait dugaan penipuan yang dilakukan oleh SM.

“Kepada penyidik tadi Kami juga menyerahkan dua buah foto saat SUMI menerima uang dari Bu Satiah dan saat SUMI menunjukkan bukti kuitansi kepada Bu Satiah. Bukti selanjutnya yang Kami serahkan yaitu Kuitansi Pertama terkait pembayaran dari Bu Satiah kepada SM Rp 10 juta pada tanggal 24 Agustus 2020, Kuitansi Kedua pembayaran dari Bu Satiah kepada SM senilai Rp 10 juta pada tanggal 17 September 2020 dan Kuitansi Ketiga pembayaran dari Bu Satiah kepada SM senilai Rp 5 juta tertanggal 4 Desember 2020. Bukti lainnya yang diserahkan adalah dua salinan akta jual beli sawah milik Bu Satiah yang diuruskan SM proses sertifikatnya,” terang Hadi Gerung.

Adapun Motif  yang dilakukan SM  lanjut Hadi, adalah pelaku dengan modus mendatangi korban menawarkan jasa seolah-olah sanggup untuk melakukan pengurusan sertifikat dua bidang sawah milik Bu Satiah dengan total biaya Rp 25 juta.

banner 325x300

Sementara uang Rp 25 juta telah diserahkan diawal kesepakatan, akan tetapi hingga 2 tahun lebih sertifikat tidak kunjung selesai dan tidak ada kabar apa pun dari SM. Adapun dua bidang sawah yang rencana disertifikatkan adalah sebidang tanah dengan Nomor Persil 42.S Blok II luas 2.830 m2 (Blok Tengah) dan sebidang tanah dengan Nomor Persil 51.S Blok II luas 2.640 m2 (Blok Ploso) yang terletak di Desa Pagerluyung yang mana dua bidang tanah tersebut dibeli dari ahli waris Suratin dan masih atas nama SURATIN sebagaimana dimaksud dalam dokumen Letter C No. 374 Desa Pagerluyung.

Sementara itu saat Bu Satiah dikonfirmasi puluhan awak media, dirinya mengatakan bahwa
perbuatan yang dilakukan SM sudah tidak dapat dimaafkan lagi.

“Perbuatan SM yang telah menipu saya sudah tidak dapat dimaafkan lagi. Saya mencari keadilan. Saya ingin SM menerima hukuman yang setimpal dengan perbuatannya,” harap Bu Satiah.

Terkait perkara ini, SM yang pernah menjabat Kadus Pagerluyung Wetan ini dilaporkan Bu Satiah ke Satreskrim Polres Mojokerto dengan sangkaan Pasal 378 KUHP dengan ancaman
hukuman maksimal 4 tahun penjara.
Seperti diberitakan beberapa bulan yang lalu dan sempat viral di kalangan masayarakat Mojokerto, bahwa SMmantan Kadus Pagerluyung Wetan ini telah dilaporkan oleh Bu Satiah terkait dugaan tindak pidana penipuan dalam pengurusan sertifikat miliknya. Total uang yang telah dibawa SM adalah sebesar Rp 25 juta.

Sementara itu diakhir pembicaraan, Hadi Gerung berharap jajaran Polres Mojokerto untuk segera menangkap pelaku penipuan ini.

“Demi rasa keadilan bagi Bu Satiah. Demi memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja kepolisian, Saya berharap Polres Mojokerto Kota segera menangkap mantan Kadus Pagerluyung Wetan. Bukti-bukti lebih dari cukup. Perkara sudah terang. Semoga Polres Mojokerto Kota mampu memberi pengayom dan pelindung masyarakat yang mencari keadilan,” Tegas Hadi Gerung. (Kar)

banner 325x300
Baca Juga :  Ribuan Relawan Bela Kiai dan Santri (Bekisar) Mendapat Wisata Religi Gratis dari Gus Barra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *