MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM – Pemerintah Kabupaten Mojokerto memastikan pelaksanaan rotasi dan mutasi pejabat untuk mengisi sejumlah jabatan kosong di lingkungan pemkab bakal segera dilakukan. Proses pelantikan pejabat eselon III ke bawah ditargetkan mulai bergulir paling cepat pada bulan ini.
Pengisian jabatan tersebut meliputi posisi strategis, mulai dari camat, sekretaris dinas, kepala bagian (kabag), hingga kepala bidang (kabid) di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa, mengatakan seluruh tahapan administrasi dan perizinan terkait mutasi jabatan telah diselesaikan. Saat ini pemerintah daerah tinggal menentukan waktu pelaksanaan pelantikan.
“Semua proses penataan dan kelengkapan administrasi untuk mutasi sudah selesai. Tinggal menunggu waktu yang tepat untuk pelantikan,” ujarnya, Selasa (20/5). lalu
Meski melibatkan banyak posisi jabatan, pria yang akrab disapa Gus Bupati itu memastikan tidak ada hambatan berarti dalam proses pengisian jabatan. Ia menargetkan pelantikan bisa dilaksanakan secepat mungkin.
“Karena seluruh persyaratan sudah terpenuhi, maka paling cepat pelaksanaannya bulan ini,” tegasnya.
Namun demikian, pelaksanaan rotasi dan mutasi dipastikan dilakukan secara bertahap, tidak sekaligus untuk seluruh jabatan kosong. Pemerintah daerah akan menyesuaikan proses dengan kebutuhan dan masa berlaku rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Pelantikannya bertahap. Mulai dari camat, sekretaris dinas, kabag, kabid hingga jabatan lainnya tidak dilakukan serentak,” jelasnya.
Gus Bupati juga mengakui proses mutasi pejabat eselon III membutuhkan waktu cukup panjang. Hal itu dilakukan agar pemerintah daerah lebih cermat dalam menentukan pejabat yang akan menduduki posisi strategis.
“Kami harus benar-benar melihat rekam jejak para kandidat. Tujuannya supaya pejabat yang ditunjuk bisa menjalankan amanah dengan baik, bekerja ikhlas, dan sesuai aturan,” paparnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko, menyebut jumlah jabatan kosong di lingkungan Pemkab Mojokerto saat ini cukup banyak.
Menurutnya, untuk jabatan eselon II terdapat satu posisi kosong, yakni Direktur RSUD Prof dr Soekandar. Sedangkan jabatan eselon IIIA dan IIIB yang belum terisi mencapai sekitar 41 posisi.
“Kekosongan jabatan cukup banyak dan pengisiannya memang akan dilakukan bertahap sesuai arahan pimpinan,” katanya.
Ia menambahkan, jumlah kursi camat yang kosong kini bertambah menjadi delapan setelah dua camat dipromosikan menjadi kepala dinas. Jabatan camat yang saat ini belum terisi meliputi Kecamatan Gedeg, Kemlagi, Mojoanyar, Kutorejo, Trawas, Mojosari, Puri, dan Pungging.
Selain itu, kekosongan juga terjadi pada sejumlah kepala bagian di lingkungan Setda Kabupaten Mojokerto. Jabatan Kabag Prokopim dan Kabag Umum kosong karena pejabat sebelumnya memasuki masa purna tugas. Sedangkan posisi Kabag PBJ ditinggalkan pejabat definitif yang mendapat promosi jabatan.
“Selain itu juga ada posisi sekretaris dinas, sekretaris camat, serta kepala bidang di sejumlah OPD yang masih kosong,” tandasnya.(Kar)

















