MOJOKERTO ,JURNALDETIK.COM– Dalam rangka memperingati Milad ke-62 Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pengurus Cabang (PC) IMM Mojokerto Raya menggelar Seminar Kepemudaan bertema “Peran Pemuda dalam Pembangunan Desa, dari Partisipasi Sosial Menuju Kepemimpinan Politik yang Berintegritas” di Aula Sentra IKM Batik Kota Mojokerto, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai tokoh inspiratif dari sejumlah bidang yang berbagi pengalaman, gagasan, serta motivasi kepada generasi muda. Salah satu narasumber utama yang hadir adalah Staf Khusus Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) RI, Dr. H. Muhammad Afif Zamroni, Lc., M.E.I.
Ketua Umum PC IMM Mojokerto Raya, M. Hafid Ridho, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Milad IMM tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan bangsa.
Menurutnya, kemajuan suatu bangsa selalu berjalan beriringan dengan kemajuan generasi mudanya. Karena itu, sinergi dan kolaborasi antarorganisasi kepemudaan menjadi modal penting dalam menghadirkan perubahan positif di tengah masyarakat.
“Momentum ini harus menjadi titik temu seluruh kekuatan Angkatan Muda Muhammadiyah untuk membangun kolaborasi yang lebih erat, melahirkan gerakan yang lebih progresif, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Hafid.
Ia juga mengapresiasi kehadiran Staf Khusus Menteri Desa dan anggota DPRD Kota Mojokerto dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa generasi muda bukan hanya menjadi objek pembangunan, melainkan mitra strategis dalam proses pembangunan daerah maupun nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Hafid turut menyampaikan harapannya agar di masa mendatang Mojokerto memiliki kampus Muhammadiyah sebagai pusat kaderisasi mahasiswa yang mampu menjawab tantangan zaman.
“Kampus Muhammadiyah bukan hanya tentang berdirinya sebuah institusi pendidikan, tetapi juga menjadi episentrum kaderisasi mahasiswa Muhammadiyah yang berjalan sistematis, terstruktur, dan relevan dengan kebutuhan masa depan,” katanya.
Sementara itu, Staf Khusus Kemendes PDT RI, Dr. H. Muhammad Afif Zamroni atau yang akrab disapa Gus Afif, menegaskan bahwa pemuda memiliki posisi strategis sebagai penerus kepemimpinan bangsa.
Mengutip pesan Rasulullah SAW,
“Syubbanul yaum rijalul ghad” (pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan),
Gus Afif mengajak seluruh peserta seminar untuk mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Pemuda hari ini adalah calon pemimpin masa depan. Karena itu, mereka harus memiliki keberanian, wawasan, dan semangat perubahan untuk menjawab berbagai tantangan bangsa,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Gus Afif menekankan bahwa pemuda merupakan arsitek pembangunan desa. Ia mencontohkan bagaimana para pendiri bangsa seperti Bung Karno dan Bung Hatta berperan besar sejak usia muda dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Ia juga mengutip pandangan Bung Hatta yang menyebut bahwa kemajuan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh pusat pemerintahan di Jakarta, tetapi juga oleh kemajuan desa-desa di seluruh pelosok negeri.
“Pembangunan Indonesia sangat bergantung pada desa. Karena itu, pemuda harus hadir menjadi penggerak perubahan dan pembangunan di lingkungannya masing-masing,” tegasnya.
Gus Afif menjelaskan bahwa pemerintah saat ini memberikan perhatian besar terhadap pembangunan desa sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya poin keenam yang menekankan pembangunan dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pengentasan kemiskinan.
Menurutnya, peran pemuda sangat dibutuhkan dalam mengembangkan potensi desa, mulai dari ketahanan pangan, pengembangan desa tematik, hingga pemanfaatan teknologi dan inovasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
I
a juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Mojokerto saat ini memiliki sekitar 299 desa yang telah berstatus Desa Mandiri berdasarkan indikator yang ditetapkan pemerintah.
“Ini menunjukkan bahwa dari sisi pendidikan, kesejahteraan ekonomi, dan kondisi sosial masyarakat, desa-desa di Mojokerto telah mengalami kemajuan yang sangat baik. Tantangan berikutnya adalah bagaimana pemuda mampu menjadi motor penggerak inovasi agar desa semakin berkembang dan berdaya saing,” jelasnya.
Melalui seminar tersebut, IMM Mojokerto Raya berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial, tetapi juga siap menjadi pemimpin yang berintegritas serta mampu berkontribusi dalam pembangunan desa dan kemajuan bangsa di masa depan.(Kar)

















