Berita  

Gus Afif Dorong Penataan Wisata Religi Troloyo demi Kesejahteraan Warga dan Kenyamanan Peziarah

MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM – Staf Khusus Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) RI, Dr. H. M. Afif Zamroni, Lc., M.E.I., berdialog dengan puluhan anggota paguyuban ojek dan pedagang kaki lima (PKL) yang beraktivitas di kawasan parkir khusus wisata religi Makam Syekh Jumadil Kubro (Makam Troloyo), Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung usai Gus Afif menjadi khatib Salat Jumat di Masjid Baitul Muttaqin yang berada di kawasan makam bersejarah tersebut.

Dalam dialog yang berlangsung santai dan penuh keakraban itu, para pelaku usaha dan jasa transportasi menyampaikan berbagai aspirasi terkait kondisi wisata religi Makam Troloyo yang dinilai masih perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah.

Salah seorang perwakilan paguyuban ojek, Supri, mengungkapkan bahwa jumlah peziarah yang datang ke Makam Troloyo belakangan cenderung menurun. Menurutnya, salah satu faktor yang sering dikeluhkan para pengunjung adalah besaran tarif retribusi yang dianggap cukup tinggi oleh sebagian rombongan peziarah.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa banyak peziarah yang berkunjung ke makam ulama lain di Mojokerto, seperti Makam Mbah Sayyid Sulaiman, namun belum banyak yang melanjutkan perjalanan ziarah ke Makam Troloyo.

“Kami berharap ada upaya untuk meningkatkan kunjungan peziarah ke Makam Troloyo agar perekonomian masyarakat sekitar juga ikut bergerak,” ujarnya.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Gus Afif menyampaikan apresiasinya kepada para anggota paguyuban ojek dan PKL yang telah menyampaikan aspirasi secara langsung.

“Alhamdulillah hari ini kami bisa bersilaturahmi dengan teman-teman paguyuban ojek dan para PKL yang berada di kawasan wisata religi Syekh Jumadil Kubro, Makam Troloyo,” kata Gus Afif
kepada awak media.

Ia menjelaskan, dalam diskusi tersebut banyak masukan yang diterima, terutama terkait peningkatan kenyamanan kawasan wisata religi bagi para peziarah.
Menurutnya, pemerintah desa bersama pemerintah daerah perlu memberikan perhatian lebih terhadap penataan kawasan, pengelolaan arus peziarah, hingga peningkatan fasilitas pendukung agar pengunjung merasa nyaman saat berziarah.

“Dari hasil diskusi tadi, ada beberapa hal yang menjadi perhatian bersama. Bagaimana pemerintah desa dan kabupaten dapat meningkatkan kenyamanan peziarah, menata objek wisata dengan lebih baik, serta menciptakan suasana yang lebih tertib dan nyaman,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, Gus Afif mengaku telah berkomunikasi dengan Kepala Desa Sentonorejo terkait sejumlah solusi yang dapat diterapkan dalam pengembangan kawasan wisata religi tersebut.
Salah satunya adalah rencana pembangunan jalur khusus pejalan kaki (pedestrian) untuk memberikan akses yang lebih aman dan nyaman bagi para peziarah.

Selain itu, akan disusun sejumlah aturan terkait operasional jasa ojek di kawasan makam agar pelayanan kepada pengunjung lebih tertata.

“Kami juga akan membahas syarat dan ketentuan bagi para tukang ojek serta aturan-aturan lain yang nantinya dirumuskan bersama para stakeholder desa. Tujuannya agar penataan kawasan berjalan baik dan memberikan manfaat bagi semua pihak,” terangnya.

Gus Afif menegaskan bahwa pengembangan kawasan wisata religi Makam Troloyo harus mampu menciptakan keseimbangan antara kenyamanan peziarah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Intinya, masyarakat harus bisa mendapatkan manfaat ekonomi dan pemberdayaan dari keberadaan wisata religi ini. Di sisi lain, para peziarah juga harus mendapatkan kenyamanan saat berziarah dan memperoleh keberkahan dari kunjungan mereka ke Makam Troloyo,” pungkasnya.(Kar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *