JOMBANG, JURNALDETIK.COM – Staf Khusus Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT),Dr H M Afif Zamroni,Lc., M.E.I., terus memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan para kepala desa serta pendamping desa sebagai garda terdepan pembangunan di wilayah pedesaan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan silaturahmi dan dialog bersama para kepala desa serta pendamping desa di Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang. Kamis (11/6/2026) Malam
Dalam pertemuan tersebut, berbagai aspirasi, masukan, hingga tantangan yang dihadapi di lapangan disampaikan secara langsung sebagai bahan evaluasi dan penyusunan kebijakan pembangunan desa yang lebih efektif.
Sejumlah isu strategis menjadi fokus pembahasan, mulai dari penguatan program pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) desa, optimalisasi pengelolaan program pembangunan, hingga langkah-langkah percepatan pembangunan yang mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Gus Afif menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan desa tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Menurutnya, dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, pendamping desa, dan masyarakat agar setiap program pembangunan berjalan optimal dan tepat sasaran.
“Pembangunan desa yang berkelanjutan harus dibangun melalui kolaborasi dan komunikasi yang baik. Aspirasi dari kepala desa maupun pendamping desa menjadi bahan penting dalam merumuskan kebijakan dan program yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kepala desa dan pendamping desa memiliki peran strategis dalam mengawal pelaksanaan program pemerintah di tingkat desa. Karena itu, masukan dari para pelaku pembangunan desa sangat diperlukan untuk memastikan setiap kebijakan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Melalui kegiatan silaturahmi tersebut, Gus Afif berharap hubungan komunikasi antara pemerintah pusat dan pemerintah desa semakin erat. Dengan demikian, berbagai persoalan yang muncul di lapangan dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusi secara bersama-sama.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dalam menyerap aspirasi secara langsung dari para pelaku pembangunan desa. Selain itu, forum tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan desa yang mandiri, maju, dan sejahtera melalui pembangunan yang partisipatif dan berkelanjutan. (Kar)

















