Jombang- Jurnal detik.com-Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Jombang dibuka oleh Andi Winarto KepalaSekolah SRT. Dalam sambutannya Andi mengatakan kegiatan belajar mengajar di kampus permanen resmi dimulai bersamaan dengan pembukaan MPLS.
Pada tahun ajaran 2026/2027, sekolah tersebut menerima 270 peserta didik baru yang terdiri dari 90 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Dengan tambahan tersebut, total peserta didik kini mencapai 370 orang, termasuk 100 siswa angkatan sebelumnya.
Andi menjelaskan, rangkaian kegiatan diawali dengan apel pembukaan, beberapa rangkaian pertunjukan antara lain Tari Remo, pantomin, Rebana, Pidato 4 bahasa.
Untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan, SRT 1 Jombang didukung 111 guru dan tenaga kependidikan yang terdiri atas kepala sekolah, guru, wali asuh, wali asrama, tenaga administrasi, petugas keamanan, hingga petugas kebersihan.
Ia menambahkan, penyelenggaraan Sekolah Rakyat merupakan implementasi kebijakan pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem serta Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2025 mengenai penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
Menurut Andi, mulai beroperasinya kampus permanen di Desa Tunggorono menjadi tonggak penting dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sekaligus memperkuat upaya pemerintah memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.
Bupati Jombang Warsubi mengirimkan pesan yang sederhana, tetapi kuat, kepada ratusan siswa baru Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Jombang. Kemiskinan, kata dia, tidak boleh menjadi alasan untuk mengecilkan mimpi.
Pesan itu disampaikan saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di kampus permanen SRT 1 Jombang, Desa Tunggorono, Kamis (30/7).
Sementara itu Bupati Jombang H Warsubi dalam sambutannya menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan wujud kehadiran negara dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program yang digagas pemerintah melalui Kementerian Sosial itu, menurutnya, menjadi kesempatan yang harus dimanfaatkan secara maksimal.
“Kesempatan ini jangan disia-siakan. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, teruslah berprestasi, dan jangan pernah minder. Setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih kesuksesan,” ujar Warsubi.
Warsubi menekankan bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh latar belakang ekonomi, melainkan oleh kemauan belajar, kerja keras, disiplin, serta ketekunan dalam menghadapi setiap tantangan.
Warsubi mengajak para peserta didik untuk berani memiliki cita-cita setinggi mungkin. Menurutnya, Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar, melainkan ruang untuk membangun masa depan yang lebih baik.
“Jangan takut bermimpi besar. Terus belajar, berusaha, dan berdoa. Tidak ada yang tidak mungkin bagi mereka yang mau berjuang,” katanya.(Titin Mujiati)














