Berita  

Staf Khusus Kemendes PDT RI Tinjau Potensi Ekonomi Desa di Jatirejo, Dorong Penguatan BUMDes dan UMKM Berdaya Saing

MOJOKERTO,JURNALDETIK .COM – Staf Khusus Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) RI Bidang SDM dan Hubungan Kelembagaan, Dr. H.M. Afif Zamroni, Lc., M.E.I., melakukan kunjungan kerja ke tiga desa di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Kamis (30/7/2026). Kunjungan tersebut bertujuan menyerap aspirasi masyarakat sekaligus melihat secara langsung perkembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebagai penggerak ekonomi desa.

Dalam kunjungan tersebut, Gus Afif didampingi Camat Jatirejo H. Syadillah, S.T., M.T., unsur Forkopimca Jatirejo, pendamping desa, serta pemerintah desa setempat. Tiga desa yang menjadi lokasi kunjungan yakni Desa Gading, Desa Padangasri, dan Desa Dinoyo.

Selain berdialog bersama pemerintah desa melalui agenda Ngobrol Pintar (Ngopi) untuk menyerap berbagai aspirasi, Gus Afif juga meninjau sejumlah usaha produktif yang dikelola BUMDes maupun pelaku UMKM di masing-masing desa.

Di Desa Gading, rombongan mengunjungi BUMDes Sumber Makmur Abadi yang mengembangkan budidaya pisang Cavendish dan mengolah hasil panen menjadi keripik pisang. Produk olahan tersebut memanfaatkan buah yang tidak masuk kategori kualitas premium sehingga memiliki nilai tambah ekonomi.

Pengelola BUMDes Sumber Makmur Abadi, Irwan, menjelaskan bahwa usaha tersebut mulai dikembangkan sejak tahun 2023 dan kini terus mengalami perkembangan berkat dukungan pemerintah desa serta berbagai lembaga desa.

“Hasil panen pisang Cavendish kami rutin dipasarkan ke Surabaya, termasuk untuk memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sementara buah yang tidak masuk grade A kami olah menjadi keripik pisang sehingga tidak ada hasil panen yang terbuang,” ujarnya.

Ia berharap kunjungan Staf Khusus Kemendes PDT RI menjadi awal dukungan pemerintah dalam mengembangkan budidaya pisang Cavendish agar kapasitas produksi semakin meningkat.

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Desa Padangasri. Di desa tersebut, Gus Afif meninjau UMKM Kopi Kabegjan, produk kopi khas lereng Gunung Anjasmoro yang menawarkan varian robusta dan excelsa. Produk kopi lokal tersebut bahkan telah menembus pasar internasional, di antaranya Belanda, Amerika Serikat, dan China.

Selain kopi, Desa Padangasri juga dikenal sebagai sentra ekonomi kreatif dengan berbagai produk konveksi dan kerajinan seperti helm, jok sepeda motor, sepatu, sandal, hingga dompet yang dikerjakan oleh warga dan pemuda setempat.

Kepala Desa Padangasri, Bahaudin, menyampaikan salah satu kendala utama yang dihadapi para pelaku usaha helm adalah proses memperoleh sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Kami berharap melalui kunjungan Gus Afif ini ada solusi terkait sertifikasi SNI bagi UMKM. Pengrajin helm di desa kami cukup banyak, tetapi masih terkendala dalam proses perizinan dan pemenuhan standar sehingga sulit berkembang lebih luas,” ungkapnya.

Kunjungan kerja ditutup di Desa Dinoyo, di mana Gus Afif menghadiri penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa sekaligus berdialog dengan masyarakat. Setelah itu, ia meninjau salah satu UMKM unggulan desa, yakni Agen Pentol Timbangan Shabir Djokam, didampingi Camat Jatirejo dan Kepala Desa Dinoyo, Drs. Anang Wahyudi.

Kepada awak media, Gus Afif mengaku optimistis terhadap perkembangan ekonomi desa di Kabupaten Mojokerto setelah melihat langsung berbagai inovasi yang dikembangkan masyarakat.

“Hari ini kami bersilaturahmi sekaligus melihat secara langsung perkembangan BUMDes dan UMKM di beberapa desa. Kami sangat bangga karena banyak usaha desa yang sudah memiliki daya saing dan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Ini menunjukkan desa-desa di Mojokerto memiliki potensi besar untuk terus berkembang,” ujarnya.

Menurutnya, produk-produk desa tidak boleh berhenti hanya dipasarkan di tingkat lokal, tetapi harus mampu menjangkau pasar yang lebih luas hingga tingkat nasional bahkan internasional.

Gus Afif juga menyoroti perlunya penguatan kelembagaan bagi pelaku UMKM, khususnya di Desa Padangasri. Ia mengusulkan agar para pengrajin membentuk organisasi atau wadah bersama yang difasilitasi melalui BUMDes sehingga proses pengurusan perizinan, termasuk sertifikasi SNI, dapat dilakukan secara kolektif dan lebih mudah.

“Kami berharap BUMDes dapat menjadi penggerak sekaligus pendamping bagi para pelaku UMKM. Dengan kelembagaan yang kuat, proses perizinan akan lebih mudah dan produk-produk unggulan desa akan semakin mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” pungkasnya.

Melalui kunjungan tersebut, Kemendes PDT RI berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, BUMDes, dan pelaku UMKM terus diperkuat sehingga mampu menciptakan desa yang mandiri, produktif, serta menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat.(Kar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *