Gus Afif Apresiasi Inovasi Desa Lebaksono, Dorong Penguatan Kemandirian dan Pemberdayaan Masyarakat

Oplus_16908288

MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM — Upaya membangun desa yang mandiri tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran, tetapi juga pada kepemimpinan, kreativitas, serta kemampuan pemerintah desa membaca kebutuhan masyarakat. Hal tersebut terlihat dalam kunjungan Staf Khusus Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Dr Muhammad Afif Zamroni Lc M.E.l., atau Gus Afif, ke Desa Lebaksono, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Selasa (11/8/2026).

Kunjungan tersebut dikemas dalam agenda silaturahim dan diskusi bersama Kepala Desa Lebaksono H. Afan Faizin, M.Pd., jajaran perangkat desa, BPD, tenaga pendidik PAUD/TK, pendamping desa, serta tokoh masyarakat.

Oplus_16908288

Dalam kesempatan itu, Gus Afif mengatakan, kehadirannya bukan hanya untuk bersilaturahim, tetapi juga melihat secara langsung berbagai program dan inovasi yang telah dijalankan Pemerintah Desa Lebaksono.

Ia menyebut kegiatan semacam ini sebagai kesempatan untuk “belanja masalah”, yakni menyerap berbagai informasi dan persoalan nyata yang terjadi di tingkat desa sebagai bahan evaluasi maupun masukan dalam penyusunan kebijakan di tingkat pusat.

“Awalnya saya datang hanya untuk silaturahim dan menyapa Pak Kades. Tetapi ketika melihat langsung bagaimana perhatian pemerintah desa terhadap masyarakat, mulai anak usia dini sampai lansia, saya melihat ada banyak hal positif yang layak diapresiasi,” ujar Gus Afif.

Menurutnya, Desa Lebaksono memiliki sejumlah program yang menunjukkan adanya kreativitas dalam mengembangkan potensi masyarakat. Salah satu yang menarik perhatian adalah keberadaan Posyandu Lansia yang dinilai tidak banyak ditemukan di desa-desa lainnya.

Selain itu, terdapat program ketahanan pangan keluarga melalui pemberian ayam hidup kepada masyarakat. Setiap keluarga mendapatkan empat ekor ayam sebanyak dua kali dalam sebulan. Ayam tersebut diarahkan untuk dipelihara dan dikembangkan, bukan untuk dijual maupun disembelih.

“Programnya memang sederhana, tetapi konsepnya sangat bagus. Masyarakat tidak hanya menerima bantuan yang habis digunakan, tetapi diberikan sesuatu yang bisa dikembangkan sehingga menjadi sumber ketahanan pangan sekaligus memiliki nilai ekonomi bagi keluarga,” jelasnya.

Gus Afif juga memberikan apresiasi terhadap capaian pembangunan desa di Kabupaten Mojokerto. Ia menyebut sejumlah desa, termasuk Desa Lebaksono, telah mencapai status Desa Mandiri pada 2025.

Menurutnya, pencapaian tersebut tidak terlepas dari kepemimpinan kepala desa dan kekompakan seluruh elemen masyarakat.

“Desa yang kuat membutuhkan leadership yang kuat. Saya melihat di Lebaksono ada kemampuan untuk menggerakkan perangkat desa dan masyarakat menjadi satu tim. Ketika semua bergerak bersama, program pembangunan akan lebih mudah diwujudkan,” ungkapnya.

Dorong Lansia Tetap Produktif

Dalam diskusi tersebut, Gus Afif juga memberikan perhatian terhadap keberadaan Posyandu Lansia. Ia mendorong agar kegiatan tersebut ke depan tidak hanya berorientasi pada pemeriksaan kesehatan, tetapi juga diarahkan pada pemberdayaan warga lanjut usia.

Menurutnya, para lansia tetap dapat dilibatkan dalam berbagai aktivitas yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing. Selain menjaga kesehatan, aktivitas tersebut juga dapat memberikan dampak positif terhadap kondisi psikologis dan sosial mereka.

Ia mencontohkan sejumlah praktik pemberdayaan lansia di negara maju, termasuk Jepang, yang mendorong warga lanjut usia tetap aktif dalam berbagai kegiatan.

“Lansia jangan hanya diposisikan sebagai penerima pelayanan. Kalau masih mampu, mereka bisa tetap diberdayakan sesuai kapasitasnya. Aktivitas fisik ringan juga penting untuk menjaga kekuatan tubuh, terutama otot kaki, agar tidak mudah kehilangan keseimbangan,” terangnya.

Pendidikan Agama dan Umum Harus Berjalan Beriringan

Di sektor pendidikan, Gus Afif turut mengapresiasi upaya Desa Lebaksono dalam mendorong pendidikan formal dan pendidikan diniyah berjalan secara beriringan.

Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia di desa tidak cukup hanya melalui pendidikan umum. Pendidikan karakter dan keagamaan juga memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang memiliki pengetahuan sekaligus moral.

“Kita membutuhkan generasi yang kuat secara pengetahuan, tetapi juga memiliki nilai dan karakter. Pendidikan umum dan pendidikan agama dapat berjalan beriringan untuk membangun masyarakat yang lebih utuh,” katanya.

Gus Afif berharap berbagai inovasi yang telah dilakukan Desa Lebaksono tidak berhenti sebagai program lokal, tetapi dapat terus dikembangkan dan apabila memungkinkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya.

Sementara itu, Kepala Desa Lebaksono H. Afan Faizin, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian Gus Afif terhadap perkembangan desa.

Menurutnya, kehadiran Staf Khusus Menteri Desa tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi pemerintah desa, tenaga pendidik, serta masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menciptakan inovasi baru.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan perhatian Bapak Gus Afif. Tentu berbagai arahan dan masukan yang disampaikan akan menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah dan mengembangkan Desa Lebaksono,” ujar Afan.

Ia berharap komunikasi dan sinergi antara pemerintah desa dengan pemerintah pusat dapat terus terjalin, sehingga berbagai potensi dan kebutuhan masyarakat desa dapat memperoleh perhatian yang lebih luas.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut kemudian dilanjutkan dengan dialog dan tukar pikiran. Sejumlah persoalan serta potensi pengembangan desa dibahas bersama sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Desa Lebaksono.(Kar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *