SURABAYA,JURNALDETIK.COM– Perum BULOG berhasil mencatat realisasi pengadaan gabah dan beras petani secara nasional menembus angka 3 juta ton setara beras hingga 3 Juni 2026. Jumlah tersebut mencapai 3.008.626 ton atau sekitar 75 persen dari target nasional tahun 2026 sebesar 4 juta ton setara beras.
Dalam capaian tersebut, Perum BULOG Kantor Wilayah Jawa Timur menjadi salah satu daerah dengan kontribusi terbesar. Hingga awal Juni 2026, serapan gabah dan beras di wilayah Jawa Timur tercatat sebesar 787.800 ton setara beras atau mencapai 89,13 persen dari target regional sebesar 883.912 ton.
Kontribusi Jawa Timur terhadap pengadaan nasional mencapai sekitar 26 persen dan dinilai berperan penting dalam penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Capaian ini menjadi momentum penting dalam upaya menjaga ketahanan pangan nasional. Dalam waktu kurang dari setengah tahun, BULOG mampu mendekati target pengadaan tahunan yang selama ini menjadi tantangan dalam menjaga keseimbangan harga gabah petani dan stabilitas pasokan pangan.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari petani, pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, penyuluh pertanian, pengusaha penggilingan padi, hingga seluruh jajaran BULOG di lapangan.
Pimpinan Perum BULOG Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu A, mengatakan capaian serapan yang tinggi menunjukkan keseriusan BULOG dalam mendukung petani sekaligus menjaga ketersediaan pangan nasional.
“Serapan sebesar 787.800 ton setara beras di Jawa Timur menjadi bukti komitmen BULOG untuk terus hadir bersama petani dan memastikan hasil panen dapat terserap dengan baik,” katanya.Rabu (3/6/2026)
Ia menambahkan, kebijakan pemerintah terkait Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram dinilai efektif dalam memberikan kepastian harga bagi petani saat musim panen.
Selain mendukung kesejahteraan petani, tingginya serapan gabah dan beras juga berdampak pada meningkatnya stok Cadangan Beras Pemerintah. Saat ini, stok beras yang dikelola BULOG disebut telah melampaui 5 juta ton, tertinggi dalam sejarah pengelolaan pangan nasional modern.
Stok tersebut diproyeksikan mampu mendukung berbagai program pemerintah, mulai dari stabilisasi harga beras, bantuan pangan masyarakat, hingga langkah antisipasi menghadapi potensi bencana maupun gejolak pasar.
BULOG optimistis target pengadaan sebesar 4 juta ton setara beras pada tahun 2026 dapat tercapai lebih cepat, mengingat panen masih berlangsung di sejumlah daerah sentra produksi padi nasional.
“Keberhasilan ini bukan hanya soal angka serapan, tetapi juga bentuk keberpihakan negara kepada petani dan komitmen bersama dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional,” tutup Langgeng.(Kar)

















