MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM– Menyikapi aksi damai yang digelar sejumlah anggota Persatuan Pedagang Sembako Madura (Perdasema) Mojokerto Raya di Alun-Alun Kota Mojokerto, Kamis (25/6/2026), Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perdasema, Ach. Wafid, mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan dialog dan tabayun dalam menyelesaikan persoalan organisasi.
Wafid menilai penyampaian aspirasi merupakan hak setiap anggota yang harus dihormati. Karena itu, meskipun dirinya menjadi salah satu pihak yang disorot dalam aksi tersebut, ia tetap mengapresiasi langkah anggota yang menyampaikan pendapat secara damai.
“Saya menghormati aspirasi teman-teman. Apa yang mereka sampaikan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang harus disikapi dengan kepala dingin,” ujarnya.
Salah satu isu yang mencuat dalam aksi tersebut adalah permintaan pergantian kepengurusan organisasi. Menanggapi hal itu, Wafid menegaskan dirinya tidak pernah berambisi mempertahankan jabatan ketua umum dan siap menyerahkan tongkat kepemimpinan kapan saja apabila ada kader yang dinilai mampu melanjutkan organisasi.
Menurutnya, keinginan untuk mundur sebenarnya sudah beberapa kali disampaikan. Namun hingga kini belum ada anggota yang secara resmi menyatakan kesiapan untuk menggantikan posisi tersebut.
“Kalau memang sudah ada yang siap dan mendapat dukungan anggota, saya siap menyerahkan jabatan. Organisasi ini bukan milik pribadi, melainkan milik bersama,” katanya.
Terkait tuntutan transparansi keuangan, Wafid menjelaskan bahwa pengurus selama ini telah berupaya membuka ruang komunikasi melalui sejumlah forum internal. Bahkan, pihak yang menyampaikan keberatan disebut telah diundang untuk menghadiri rapat pembahasan laporan pertanggungjawaban keuangan organisasi.
Namun, menurutnya, kesempatan tersebut tidak dimanfaatkan sehingga aspirasi akhirnya disampaikan melalui aksi di ruang publik.
Ia menegaskan bahwa seluruh pengelolaan keuangan organisasi berada di bawah tanggung jawab bendahara dan dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku. Setiap pemasukan maupun pengeluaran dana, lanjutnya, telah dicatat serta memiliki dokumen pendukung yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Semua administrasi keuangan dikelola bendahara. Setiap transaksi tercatat dan ada laporannya. Pada prinsipnya kami terbuka untuk memberikan penjelasan sesuai mekanisme organisasi,” jelasnya.
Wafid juga mengungkapkan bahwa beberapa waktu lalu pihaknya telah menggelar rapat luar biasa yang salah satu agendanya adalah penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga komunikasi dan mencegah terjadinya kesalahpahaman di antara anggota.
Di tengah dinamika internal yang terjadi, Perdasema disebut terus berkembang. Saat ini organisasi tersebut memiliki jaringan anggota yang cukup luas, dengan jumlah sekitar 1.500 toko yang tersebar di berbagai daerah.
Sementara di wilayah Mojokerto Raya sendiri, jumlah anggota tercatat mendekati 400 toko. Selain Mojokerto, Perdasema juga telah memiliki kepengurusan di sejumlah daerah seperti Sidoarjo, Jombang, Kediri, Gresik, Tuban, Tulungagung hingga Tangerang Selatan.
“Alhamdulillah organisasi terus berkembang. Ini menunjukkan bahwa Perdasema masih dipercaya sebagai wadah bagi para pedagang sembako Madura di berbagai daerah,” ujarnya.
Menutup keterangannya, Wafid kembali mengajak seluruh anggota untuk mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan. Menurutnya, Perdasema dibentuk sebagai sarana mempererat persaudaraan dan memperjuangkan kepentingan pedagang, sehingga perbedaan pandangan seharusnya tidak menjadi alasan terjadinya perpecahan.
“Kalau ada persoalan, mari duduk bersama dan saling menjelaskan. Saya yakin setiap masalah bisa diselesaikan melalui komunikasi yang baik demi menjaga kebersamaan dan keberlangsungan organisasi,” pungkasnya.Alternatif (Kar)














