Berita  

Pemkot Mojokerto Bersama Kemenkes-Kemendagri Deklarasikan Kelurahan Siaga TBC

MOJOKERTO, JURNALDETIK.COM – Pemerintah Kota Mojokerto memperkuat komitmen dalam upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC). Bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Pemkot Mojokerto mendeklarasikan Kelurahan Siaga TBC sekaligus mendorong penguatan skrining dan deteksi dini di tingkat masyarakat.

Deklarasi tersebut berlangsung dalam kegiatan Dialog Interaktif Skrining TBC dan Deklarasi Kelurahan Siaga TBC yang digelar di Graha Widya Chandra, Pemkot Mojokerto, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus dan Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus. Hadir pula Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi, jajaran Forkopimda, Kepala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto Rizaldi Sofyan, para camat dan lurah, serta puluhan kader kesehatan.

Gerakan Kelurahan Siaga TBC menjadi bagian dari penguatan peran masyarakat dalam menemukan kasus TBC sedini mungkin. Penanggulangan TBC tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan, kader, institusi pendidikan, dunia usaha, organisasi profesi, media massa hingga masyarakat.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan bahwa Pemkot Mojokerto memiliki komitmen kuat dalam mendukung sektor kesehatan, termasuk percepatan eliminasi TBC.

Menurutnya, komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui dukungan anggaran kesehatan yang dialokasikan lebih dari 20 persen.

“Anggaran kesehatan kita lebih dari 20 persen, lebih dari yang ditetapkan dalam mandatory spending. Kemudian kita juga memiliki para kader yang siap menjadi garda terdepan untuk berkolaborasi dalam eliminasi TB,” tegas Ika Puspitasari.

Selain dukungan anggaran dan kader kesehatan, Pemkot Mojokerto juga terus memperkuat sarana pendukung skrining TBC. Salah satunya dengan menyiapkan penambahan fasilitas portable X-Ray serta berkoordinasi dengan rumah sakit untuk memperkuat dukungan tenaga radiologi.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan skrining sehingga masyarakat yang berisiko dapat memperoleh pemeriksaan lebih cepat dan mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah hingga tingkat paling dekat dengan masyarakat. Menurutnya, persoalan kesehatan memiliki keterkaitan erat dengan produktivitas dan kualitas kehidupan masyarakat.

Karena itu, camat, lurah, kader PKK, serta seluruh unsur masyarakat dinilai memiliki peran penting dalam mendukung upaya penemuan kasus TBC, pendampingan pengobatan, sekaligus mengurangi stigma terhadap pasien.

Dalam deklarasi tersebut, para camat, lurah dan kader kesehatan membacakan naskah komitmen bersama sebagai bentuk kesiapan memperkuat gerakan penanggulangan TBC di wilayah Kota Mojokerto.

Komitmen tersebut mencakup peningkatan deteksi dini, pelaksanaan investigasi kontak erat, penguatan pemantauan pengobatan, hingga upaya menghapus stigma sosial terhadap penderita TBC.

Pemantauan kepatuhan minum obat juga diharapkan dapat dilakukan secara berjenjang dengan melibatkan kader dan lingkungan masyarakat hingga tingkat RT/RW. Di sisi lain, ketersediaan layanan pemeriksaan laboratorium serta dukungan pengobatan pencegahan TBC (TPT) juga menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya eliminasi TBC.

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Mojokerto yang akrab disapa Ning Ita juga menyerahkan cendera mata berupa buku “Sukarno” dan batik khas Kota Mojokerto kepada Wakil Menteri Dalam Negeri dan Wakil Menteri Kesehatan RI.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan naskah deklarasi oleh para camat, lurah dan kader kesehatan sebagai simbol dimulainya penguatan gerakan Kelurahan Siaga TBC di Kota Mojokerto.

Melalui deklarasi ini, Pemkot Mojokerto berharap kolaborasi lintas sektor semakin kuat sehingga penemuan kasus TBC dapat dilakukan lebih cepat, pengobatan dapat berjalan tuntas, dan risiko penularan di lingkungan masyarakat dapat ditekan.

Gerakan Kelurahan Siaga TBC sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama untuk mewujudkan masyarakat Kota Mojokerto yang semakin sehat dan terlindungi dari penularan tuberkulosis. (Kar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *