SURABAYA,JURNALDETIK.COM-Kemendukbangga atau Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama mitra kerja dari Konmisi lX DPR RI, gencar sosialisasi program Bangga Kencana di Surabaya Jawa Timur.
Kali ini, sosialisasi program bangga kencana digelar bertempat Kelurahan Manukan Kulon, Kecamatan Tandes, Kota Surabaya, Prov. Jawa Timur Selasa siang, 13 Oktober 2026.
Selain diikuti ratusan peserta, kegiatan itu juga mendatangkan beberapa narasumber, yaitu Dra. Lucy Kurniasari anggota Komis IX DPR RI, Dra Sofia Hanik MM Ketua Tim Kerja Pembangunan Keluarga (Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur) dan Mira Mardiana S.KM , MM Ketua Tim Kerja Dalduk KS Dinas DP2AP2KB Kota Surabaya..
Kegiatan diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars KB.
Selanjutnya, sosialiasi diisi oleh para pemateri atau narasumber tentang Sosialisasi program Bangga Kencana.
Selanjutnya, paparan materi oleh Mitra Kerja Komisi IX DPR RI Dra Lucy Kurniasari, dalam penjelasannya, pihaknya sebagai perwakilan masyarakat di Komisi IX DPR RI, telah melaksanakan program program untuk kepentingan rakyat. Diantaranya, program yang sudah berjalan adalah beasiswa, BLK pesantren, pelatihan, dan PKM.
Program-program itu dilakukan tidak hanya pada masa reses saja, tapi juga saat sidang.
“Hari ini, kita akan sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana Bersama Mitra Kerja. Di tahun lalu, kami sosialisasi terkait kampung KB dimana menargetkan 2 kp kb setiap kecamatan. Lalu pencegahan stunting, kita berhasil menekankan dari 19 sekian % menjadi 1,7%.
Bapak/ibu tahu apa itu stunting? Stunting itu gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis. Kita masih ada pr 1,7 ini. Seperti di backdrop ini, tujuan kita bersama yaitu bersama kita wujudkan Indonesia Emas 2045.
Anak-anak ini kita pantau, kita cek kesehatan tumbuh kembangnya. Lalu remaja harus kreatif. Para orang tua yang hebat, dan selantang tentang lansia tangguh.
Di surabaya ini paling top menjalankan program pemerintah. Di pusat ada Gati di surabaya ada Gatra. Pemenuhan target pengecekan kesehatan gratis surabaya ini 106%. Warganya sudah sadar kesehatan.
Untuk mencegah stunting in,i harus menghindari 4T, terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat dan terlalu banyak,” jelasnya.
Sedangkan, penjelasan dari Dra Sofia Hanik bahwa, program BKKBN itu meliputi siklus hidup mulai dari catin sampai lansia.
Catin, dipersiapkan mulai dari konsumsi tablet tambah darah agar tidak anemik dan pendampingan agar tidak merokok sehingga sel spermanya sehat. Harus ada pendampingan dari SMA sampai perguruan tinggi.
“Kemudian calon calon orang tua ini kita dampingi, melalui Sekolah Orang Tua Hebat. Sekarang zaman sudah berkembang, IT sudah sangat berkembang. Tantangan apa yang harus dihadapi saat ini untuk orang tua? Gadget, hp.
Surabaya ini hebat, lansianya sudah sadar kesehatan melalui posyandu lansia. Bagaimana lansia tetap sehat diusia senja. Melalui program bina keluarga lansia, keluarga yang memiliki lansia ini dibina bagaimana menghadapi lansia yang cukup chalanging. Seperti di Sidoarjo itu ada pelatihan lansia sehingga masih tetap berdaya seperti pelatihan pembuatan kue. Lalu kartu lansia, sehingga lansia-lansia ini memiliki fasilitas yang bisa memudahkan. Tidak hanya berdaya di keluarga tapi juga berdaya di masyarakat,” terangnya.
Sementara itu, Mira Mardiana S.KM , MM menerangkan, program yang meliputi siklus hidup di kota surabaya meliputi pendampingan catin dan ibu hamil oleh TPK, Di Surabaya ada 6602 TPK.
Lalu, SOTH atau sekolah orang tua hebat, yang mana akan diwisuda sekitar 4400 orang tua hebat. Adanya SOTH ini harapannya pola asuh kita menjadi lebih baik.
” Ada Tamasya atau Taman Asuh Sayang Anak. Nah program ini bersama TPA, di kecamatan Tandes baru ada 1 tamasya yang terdaftar. Lalu ada pengukuran anak yang terintegrasi IT sehingga data pengukurannya langsung terdigitalisasi. Anak ceria orang tua tenang bekerja.
Remaja ada bina keluarga remaja. Pengembangannya itu Kemangi. Kemangi ini awal dibentuk 2024 sebagai upaya peningkatan pengetahuan bagi remaja dan keluarganya sehingga remaja ini bisa mendampingi remaja lainnya dalam berbagi cerita.
Lalu Lansia, ada selantang yaitu sekolah lansia tangguh. Di Kota Surabaya ada 94 kelompok yang diwisuda 2,236,” urainya.
Kegiatan diakhiri, pengundian doorprize dan menyanyikan lagu Bagimu Negeri. Semua rangkaian kegiatan berjalan dan lancar dan kondusif. (Kar)














