banner 728x250

Audensi Ketua LBH Barracuda Dengan Bapenda Kabupaten Mojokerto Terkait Polemik Pajak Galian C

banner 120x600
banner 468x60

MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM– Hasil  Audensi Ketua LBH Barracuda Indonesia Hadi Purwanto S.T, S.H,  dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mojokerto sejumlah permintaan dipenuhi oleh Kepala Bapenda salah satunya pemintaan data jumlah Galian C yang ada di Kabupaten Mojokerto

Dalam Audensi yang ditemui langsung Kepala Bapenda Mardiasih S.H Berjalan kurang lebih 1 jam tersebut, Ketua Barracuda mempertanyakan sejumlah materi diantaranya, jumlah Galian C di Kabupaten Mojokerto yang berijin dan tidak berijin, pembayaran pajak CV Musika dan pemblokiran rekening pengusaha galian C yang bernama Khoirul Anwar serta adanya oknum nakal dari Bapenda  yang main

banner 325x300

Menjawab pertanyaan itu, Kepala Bapenda Kabupaten Mojokerto, Mardiasih, S.H., M.H. menerangkan, kalau  ada 133 titik pertambangan di Kabupaten Mojokerto. Terdiri dari 36 yang diketahui masih beroperasi, sedangkan 75 titik sudah tidak beraktivitas.

” Kami akan berikan secara tertulis data 133 titik tersebut, dan galian C di mana saja”kata Mardiasih

Baca Juga :  Kasus Covid-19 di Surabaya Meningkat, Polrestabes Surabaya Kembali Menggelorakan Sosialisasi Prokes

Dan terkait dengan adanya Oknum Nakal, Masih kata Mardiasih, pihaknya akan mempersiapkan e-portal menuju transparansi agar tidak timbul kecurigaan baik yang ditimbulkan orang lain maupun oknum staf Bapenda Kabupaten Mojokerto.

“ Kami tentu tidak bisa memantau semua staf kami. Kalau Barracuda menemukan hal negatif, sudah laporkan saja. Hal itu bukan perintah dari saya, melainkan inisiatif dari oknum staf Bapenda itu sendiri,” terang Mardiasih.

Terkait dengan pemblokiran rekening atas nama Khoirul Anwar kami akan merekomendasi untuk membuka rekening tersebut asal yang bersangkutan ada itikad baik untuk membayar pajak.

“Kami juga tidak menuntut harus dilunasi, minimal ada pembayaran karena hal itu sudah menunjukkan ada itikad baik dari wajib pajak. Jadi seperti itu ya solusi terkait pemblokiran rekening Pak Khoirul Anwar beserta anak istrinya,” ungkap Mardiasih.

“Ada pembayaran Rp 50 juta saja, kami langsung bersurat ke bank untuk membuka blokir rekening Pak Khoirul Anwar beserta anak istrinya. Atau solusi kedua bisa dengan surat kuasa pemindahbukuan dari wajib pajak Pak Khoirul Anwar,” imbuh Mardiasih.

Baca Juga :  Ingatkan Prokes dan Patuh Aturan Lalulintas Kapolres Bondowoso Turun Jalan Bagi- bagi Masker


Terkait reklamasi galian c itu bukan wewenang Bapenda Kabupaten Mojokerto untuk menjawab. Hal itu merupakan wewenang pihak terkait yang telah memberikan izin pertambangan galian c.

“Kemudian terkait CV Musika bisa ditanyakan ke KPP Pratama karena CV Musika bukan termasuk wajib pajak minerba. Besaran pajak yang sudah dibayar dan wajib dibayar oleh wajib pajak CV Musika bisa dijawab oleh KPP Pratama,” papar Mardiasih

Sementara itu,Hadi Purwanto Ketua LKH Barracuda selesai Hearing, kepada hampir 100 Media mengatakan, Bahwa salah satu point Audensi terkait transparansi galian ilegal dan legal dan kami tadi di kasih data dan kedua terkait ada tindakan lebih lanjut dengan adanya oknum-oknum yang mengatasnamakan Bapenda yang melakukan pungutan liar di lokasi galian.

Baca Juga :  Sukseskan Pemilu 2024, Ali Kuncoro: Perkuat Penthahelix Approach

“Dan tadi Kepala Bapenda berjanji akan menindaklanjuti apa yang kami sampaikan” kata Hadi Gerung.

Dan masalah lain yang menjadi keluhan dari pengusaha, adalah regulasi terkait penentuan besar kecilnya nominal pajak di buka peraturan Gubernur itu wajar, tapi dalam prakteknya kan ini tidak pernah di sosialisasikan ke ke Masyarakat maupun pengusaha yang bener-bener berijin

“Kalau itu disosialisasikan pasti masyarakat dan pengusaha akan tahu jumlah nominal pajak yang di tanggung” kata Hadi Gerung.(Kar)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *