Khotmil Qur’an ke-21 LKH Djawa Dwipa Makin Semarak, Dibersamai Tradisi Ruwah Dusun Banjarsari

MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM– Kegiatan rutin Khotmil Qur’an yang digagas LKH Djawa Dwipa kembali digelar untuk ke-21 kalinya dan berlangsung meriah. Acara tersebut diselenggarakan di makam umum Dusun Banjarsari, Desa Kedunglengkong, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Minggu (1/2/2026), bertepatan dengan tradisi Ruwah Dusun.

Khotmil Qur’an yang diinisiasi Ketua LKH Djawa Dwipa, Hadi Purwanto, S.T., S.H., M.H. ini rutin dilaksanakan setiap bulan pada Minggu pertama. Kali ini, antusiasme warga meningkat karena pelaksanaannya dibarengkan dengan tradisi Ruwah Dusun Banjarsari.

Kegiatan tersebut dihadiri Pj Kepala Desa Kedunglengkong Rusmiati, Kepala Dusun Banjarsari, tokoh agama, serta ratusan warga setempat. Suasana semakin semarak dengan arak-arakan tumpeng, hasil bumi, serta berbagai peralatan rumah tangga yang diberangkatkan dari balai dusun menuju makam umum Mbah Sentono. Meski hujan mengguyur, semangat warga tak surut untuk mengikuti rangkaian acara hingga selesai.

Penanggung jawab Khotmil Qur’an, Hadi Purwanto,S.T, S.H, M.H yang juga Ketua LKH Djawa Dwipa dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran seluruh warga. Ia menegaskan bahwa Ruwah Dusun merupakan tradisi penting untuk menjaga kebersamaan dan keharmonisan warga.

“Ruwah Dusun ini adalah tradisi kita bersama, sebagai sarana membersihkan lingkungan, mempererat silaturahmi, serta memohon doa kepada Allah SWT agar dusun kita senantiasa dijauhkan dari marabahaya,” ujarnya.

Sementara itu, Pj Kepala Desa Kedunglengkong, Rusmiati, mengatakan bahwa Ruwah Dusun merupakan wujud rasa syukur masyarakat Dusun Banjarsari atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi upaya melestarikan budaya Jawa agar tetap hidup dan memberi manfaat bagi sesama.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan. Jika masih ada kekurangan, itu hal yang wajar. Hujan yang turun hari ini semoga membawa keberkahan dan doa-doa kita dikabulkan oleh Allah SWT,” tuturnya.

Penasihat jemaah, K.H. Hasan Mathori, menambahkan bahwa pelaksanaan Ruwah Dusun yang dibarengkan dengan Khotmil Qur’an harus menjadi momentum untuk memperkuat kekompakan dan persatuan warga.

“Dalam kegiatan tersebut, panitia menyediakan sekitar 1.000 tumpeng serta kembang mayang yang berisi uang pecahan Rp2.000, Rp5.000, dan Rp10.000 dengan total kurang lebih Rp700 ribu”,ujarnya

Selain itu, sesuai tradisi, warga juga menyediakan takir sebagai simbol doa keberkahan. Warga diimbau mengambil satu takir saja sebagai bentuk adab dan harapan agar rezeki terus mengalir.

Usai doa bersama, kemeriahan semakin terasa saat warga berebut aneka jajanan pasar, buah-buahan, palawija, hingga peralatan rumah tangga seperti sapu, bak mandi, cembor, mangkuk, dan perlengkapan lainnya, yang menjadi penutup rangkaian acara penuh kebersamaan tersebut.(Kar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *