MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM – Empat paket pembangunan dan peningkatan ruas jalan di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto yang masuk dalam kategori proyek strategis daerah resmi mulai dikontrak, Total nilai anggaran yang digelontorkan pada tahap awal ini mencapai Rp15 miliar.
Kadis PUPR Kabupaten Mojokerto Yuni Laili Faizah melalui Kabid Bina Marga, Henri Surya, mengatakan penandatanganan kontrak tersebut menjadi langkah awal percepatan pembangunan infrastruktur jalan yang telah direncanakan pemerintah daerah sejak awal tahun anggaran.
“Pelaksanaan pekerjaan ini merupakan paket strategis daerah sehingga dalam prosesnya harus dijalankan secara profesional dan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya, Selasa (3/2/2026)
Henri menegaskan, seluruh rekanan diwajibkan mematuhi prinsip 5T, yakni tepat waktu, tepat mutu, tepat volume, tepat sasaran, serta tertib administrasi. Selain itu, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) juga menjadi perhatian utama selama pelaksanaan proyek di lapangan.
“Kami menekankan agar seluruh penyedia jasa menjalankan pekerjaan sesuai SOP. Mulai dari proses administrasi hingga pelaksanaan fisik harus sesuai aturan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar material yang digunakan dalam proyek berasal dari sumber yang legal dan memenuhi standar perundang-undangan. Menurutnya, penggunaan material dari sumber tidak jelas berpotensi menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
“Jangan sampai mendatangkan material dari sumber ilegal. Konsekuensinya jelas dan itu bisa berdampak hukum. Karena itu sejak awal kami ingatkan kepada semua rekanan,” jelas Henri.
Adapun empat paket pekerjaan jalan yang mulai digeber tersebut meliputi pelebaran jalan menuju standar pada ruas Parengan–Lakardowo, Kecamatan Jetis, dengan nilai kontrak Rp4,6 miliar yang dikerjakan CV Insan Makmur. Proyek ini menargetkan perbaikan jalan sepanjang 983 meter dengan konstruksi beton selebar 5 hingga 5,5 meter.
Selanjutnya, pelebaran jalan ruas Kepuhanyar–Ngimbangan senilai Rp3,8 miliar oleh CV Alvi Jaya, dengan target pengerjaan beton sepanjang 630 meter dan lebar 6 meter.
Paket ketiga adalah pelebaran jalan ruas Watesnegoro–Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, senilai Rp3,6 miliar yang dikerjakan CV Potro Agung, dengan target panjang 1,283 kilometer dan lebar 5 meter.
Sementara itu, paket rekonstruksi jalan ruas Pekukuhan–Ngoro dengan pagu anggaran Rp2,9 miliar digarap PT Graynenda Putra Karya, dengan target perbaikan sepanjang 526 meter dan lebar bervariasi antara 7 hingga 10 meter.
“Dari empat paket proyek jalan ini, total panjang ruas yang ditangani mencapai sekitar 3,4 kilometer. Kami berharap seluruh pekerjaan dapat selesai tepat waktu dan hasilnya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas Henri.(Kar)
















