MOJOKERTO, JURNALDETIK.COM– Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mojokerto menggelar kegiatan buka puasa bersama (bukber) Ramadan yang dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan pengelola Wisata Desa BMJ Mojopahit, Sabtu (14/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Wisata Desa, Desa Randugenengan, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto tersebut dihadiri jajaran pengurus KONI Kabupaten Mojokerto, 64 ketua cabang olahraga (cabor), serta anggota KONI.
Suasana kebersamaan tampak mewarnai kegiatan tersebut. Selain sebagai ajang berbuka puasa bersama di bulan suci Ramadan, acara ini juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat solidaritas antara pengurus dan atlet di lingkungan KONI Kabupaten Mojokerto.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (MoU) antara KONI Kabupaten Mojokerto dengan pengelola Wisata Desa BMJ. Penandatanganan dilakukan oleh Ketua KONI Kabupaten Mojokerto, Imam Suyono, dan Direktur BMJ, Brahma.
Ketua KONI Kabupaten Mojokerto, Imam Suyono, mengaku bersyukur karena di bulan Ramadan ini jajaran pengurus KONI bersama para ketua cabang olahraga dapat berkumpul dalam suasana kebersamaan melalui kegiatan buka puasa bersama.
“Alhamdulillah di bulan Ramadan ini kita bisa berkumpul bersama pengurus KONI dan para ketua cabor dalam kegiatan buka puasa bersama. Ini menjadi momen yang baik untuk mempererat kebersamaan,” ujarnya.
Imam juga menyampaikan terkait anggaran hibah KONI Kabupaten Mojokerto tahun 2026 yang telah disetujui sebesar Rp2 miliar. Sebelumnya, pihak KONI mengajukan anggaran sebesar Rp3,6 miliar untuk mendukung pembinaan seluruh cabang olahraga yang berada di bawah naungan KONI.
Menurutnya, dengan anggaran yang disetujui tersebut, KONI akan melakukan klasifikasi penggunaan anggaran berdasarkan capaian prestasi cabang olahraga pada ajang Porprov sebelumnya di Malang.
“Secara garis besar, pembinaan akan kita klasifikasikan sesuai dengan prestasi yang diraih pada Porprov Malang kemarin. Cabang olahraga yang meraih medali tentu akan mendapatkan dukungan pembinaan, namun cabor yang belum meraih medali juga tetap mendapatkan anggaran karena semua memiliki peluang untuk berprestasi,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa anggaran KONI tahun 2026 difokuskan untuk mendukung pembinaan atlet di seluruh cabang olahraga. Oleh karena itu, pihaknya memberikan kewenangan kepada masing-masing cabor dalam penggunaan anggaran selama digunakan untuk kepentingan pembinaan atlet.
Imam juga mengungkapkan bahwa pencairan tahap pertama dana hibah KONI direncanakan dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri. Saat ini proses pengajuan sudah hampir selesai dan menunggu penandatanganan dari Bupati Mojokerto.
“Insya Allah setelah Lebaran, dana hibah tahap pertama bisa cair karena proses pengajuannya sudah hampir selesai dan tinggal menunggu penandatanganan Bupati. Nantinya anggaran hibah ini akan dicairkan dalam dua tahap,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Harian KONI Kabupaten Mojokerto, Djoko Widjayanto, berharap anggaran sebesar Rp2 miliar tersebut dapat meningkatkan semangat para atlet dalam mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2027.
“Harapan kami anggaran ini mampu mendongkrak semangat para atlet dalam mempersiapkan diri menuju Porprov 2027. Kita juga memahami kondisi keuangan pemerintah daerah saat ini yang sedang menurun, sama seperti daerah lain di Indonesia,” pungkasnya.(Kar)
















