MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM – Setelah bersilaturahmi dan berdialog dengan jajaran Pemerintah Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Staf Khusus Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) RI, Dr. HM. Afif Zamroni atau yang akrab disapa Gus Afif, melanjutkan agenda dengan menjadi khotib Salat Jumat di Masjid Nurul Huda, Jumat (3/7/2026).
Dalam khutbahnya, Gus Afif mengajak seluruh jamaah untuk menjalani kehidupan secara seimbang antara urusan dunia dan akhirat. Menurutnya, Islam mengajarkan umatnya agar tidak hanya mengejar keberhasilan duniawi, tetapi juga mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan setelah kematian.
“Seorang muslim harus mampu menjaga keseimbangan. Bekerja, mencari nafkah, membangun keluarga, dan berkontribusi untuk masyarakat merupakan bagian dari ibadah. Namun, semua itu harus diiringi dengan ketaatan kepada Allah SWT agar kehidupan dunia membawa keberkahan dan menjadi bekal menuju akhirat,” pesan Gus Afif di hadapan jamaah.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan seseorang tidak semata diukur dari harta maupun jabatan, melainkan dari sejauh mana mampu memberikan manfaat bagi sesama dan tetap istiqamah menjalankan perintah agama.
Menurut Gus Afif, pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan karakter, akhlak, serta nilai-nilai spiritual masyarakat.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kebersamaan, menjaga kerukunan, serta menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Sebelum menyampaikan khutbah, Gus Afif terlebih dahulu menggelar silaturahmi bersama Kepala Desa Lengkong, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta tokoh masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, berbagai potensi desa dan aspirasi masyarakat dibahas, termasuk persoalan banjir serta harapan adanya dukungan program pembangunan bagi warga.
Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan Gus Afif dalam menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat melalui dialog serta pembinaan keagamaan.(Kar)














