Berita  

Dialog dengan Takmir Masjid, Gus Afif Tegaskan Pembangunan Desa Harus Tetap Berjalan Meski Ada Efisiensi

MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM– Rangkaian kunjungan kerja Staf Khusus Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) RI, Dr. H. M. Afif Zamroni atau yang akrab disapa Gus Afif, di Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, tidak berhenti usai memimpin Salat Jumat dan menyampaikan khutbah di Masjid Nurul Huda, Jumat (3/7/2026).

Setelah menunaikan ibadah, Gus Afif melanjutkan agenda dengan berdialog bersama jajaran Takmir Masjid Nurul Huda sekaligus meninjau pembangunan masjid yang tengah berlangsung. Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan warga dalam mendorong pembangunan desa.

Dalam kesempatan itu, Gus Afif mengaku bersyukur mendapat kehormatan menjadi imam sekaligus khotib Salat Jumat di Masjid Nurul Huda. Ia berharap pesan-pesan yang disampaikan dalam khutbah dapat memberikan manfaat serta menjadi penguat nilai-nilai keagamaan bagi masyarakat.

“Alhamdulillah saya diberi kesempatan menjadi khotib di Masjid Nurul Huda. Mudah-mudahan apa yang kami sampaikan dapat membawa keberkahan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Lengkong, khususnya warga Dusun Jatipuro,” ujarnya.

Di hadapan jamaah dan pengurus masjid, Gus Afif juga memperkenalkan dirinya sebagai putra daerah Mojokerto yang mendapat amanah menjadi salah satu dari lima Staf Khusus Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.

Ia mengenang kedekatannya dengan Mojokerto yang telah terjalin sejak tahun 2004, ketika ikut merintis pengembangan Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Pacet bersama sejumlah tokoh, termasuk Kepala Desa Lengkong, Nuroso.

“Saya sudah lama mengenal Pak Nuroso sejak awal merintis di Mojokerto. Baru hari ini, setelah lebih dari dua dekade, Allah memberikan kesempatan untuk bersilaturahmi langsung ke Desa Lengkong,” tuturnya.

Sebelumnya, Gus Afif juga berdiskusi selama hampir dua jam bersama Pemerintah Desa Lengkong. Dalam dialog tersebut, berbagai persoalan strategis menjadi pembahasan, mulai dari banjir akibat luapan sungai, pembangunan infrastruktur desa, hingga dampak efisiensi anggaran terhadap pelaksanaan program desa.

Menanggapi hal tersebut, Gus Afif menegaskan bahwa pemerintah pusat terus berupaya mencari solusi agar pembangunan desa tetap berjalan meskipun terdapat kebijakan efisiensi anggaran.

Ia menjelaskan, Kemendes PDT bersama pemerintah sedang mendorong desa agar tidak hanya bergantung pada Dana Desa yang bersumber dari APBN, tetapi juga mampu menggali potensi lokal sebagai sumber pendapatan dan penguatan ekonomi masyarakat.

“Pak Menteri telah menyampaikan bahwa desa tidak boleh hanya bergantung pada Dana Desa. Kita harus mampu mencari peluang dan mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki desa agar pembangunan tetap berjalan dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat,” jelasnya.

Menurut Gus Afif, Kabupaten Mojokerto saat ini telah mencapai status 100 persen desa mandiri berdasarkan indeks yang ditetapkan pemerintah pusat. Meski demikian, pemerintah tetap mendorong agar desa-desa terus meningkatkan kualitas pelayanan, pemberdayaan masyarakat, dan kesejahteraan warga.

Ia juga menjelaskan bahwa arah pembangunan nasional saat ini selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita, khususnya pembangunan yang dimulai dari desa sebagai upaya mengurangi kemiskinan dan mewujudkan pemerataan ekonomi.

Selain itu, Gus Afif mengajak masyarakat untuk tetap optimistis menghadapi tantangan ekonomi global yang berdampak hingga ke tingkat desa. Menurutnya, berbagai kebijakan pemerintah, seperti penguatan ketahanan pangan dan energi, merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian bangsa.

Di akhir sambutannya, ia mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar.

“Masyarakat harus cerdas menyaring informasi. Jangan mudah percaya terhadap berita bohong atau narasi negatif yang dapat memecah persatuan. Mari kita bersama-sama mendukung pembangunan dengan menyebarkan informasi yang positif dan membangun,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Nurul Huda, H. Parto, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Gus Afif ke Desa Lengkong.

Ia berharap silaturahmi tersebut menjadi awal terbangunnya komunikasi yang lebih baik antara masyarakat desa dengan pemerintah pusat, sehingga berbagai aspirasi yang telah disampaikan dapat segera ditindaklanjuti.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Gus Afif di Desa Lengkong. Semoga berbagai aspirasi masyarakat, terutama terkait pembangunan dan kebutuhan warga, dapat difasilitasi dan ditindaklanjuti sehingga membawa manfaat bagi kemajuan Desa Lengkong,” ungkap H. Parto (Kar)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *