Berita  

Kunjungi BUMDes Desa Japan, Gus Afif Dorong Desa Naik Kelas Menuju Desa Industri

MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM – Staf Khusus Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) Bidang Sumber Daya Manusia dan Hubungan Kelembagaan, M. Afif Zamroni atau yang akrab disapa Gus Afif, melakukan kunjungan kerja ke tiga desa di Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, yakni Desa Sooko, Desa Japan, dan Desa Tempuran. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong desa-desa agar terus berkembang menuju desa industri yang mandiri dan berdaya saing. Kamis (2/7/2026

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah unit usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Japan. Di lokasi tersebut, Gus Afif meninjau berbagai program unggulan yang dikelola BUMDes, mulai dari budidaya melon hidroponik, budidaya lele, hingga tanaman cabai hijau.

Kedatangan Gus Afif disambut langsung oleh Kepala Desa Japan Salimudin, Direktur BUMDes Irfan, Ketua BPD H. Muin, serta para pendamping desa.

Dalam peninjauan itu, Gus Afif mengapresiasi pengembangan budidaya melon hidroponik yang dinilai menjadi contoh nyata pemanfaatan Dana Desa secara produktif. Menurutnya, program tersebut tidak hanya mampu memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui pengembangan wisata edukasi desa.

“Ini merupakan contoh yang baik bagaimana Dana Desa dimanfaatkan untuk kegiatan produktif. Selain mendukung ketahanan pangan, usaha seperti ini juga memiliki potensi menjadi daya tarik wisata sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Afif juga menyempatkan diri memetik langsung buah melon yang telah siap panen. Ia mengaku terkesan dengan kualitas buah yang dihasilkan karena memiliki rasa yang manis dan berkualitas.

Usai meninjau lokasi, Gus Afif menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi momentum untuk menyerap berbagai aspirasi dan menggali potensi yang dimiliki desa-desa di Kabupaten Mojokerto.

“Alhamdulillah hari ini kami bisa bersilaturahmi sekaligus mendapatkan banyak informasi dari para kepala desa, terutama mengenai perkembangan BUMDes dan berbagai potensi desa. Nantinya semua informasi ini akan kami tindak lanjuti untuk mendorong pengembangan desa-desa sesuai potensi masing-masing,” ungkapnya.

Ia berharap seluruh desa di Kabupaten Mojokerto mampu mencapai status Desa Mandiri dan tidak cepat berpuas diri dengan capaian yang telah diraih.

“Kami berharap Mojokerto bisa menjadi kabupaten dengan 100 persen Desa Mandiri. Namun jangan sampai desa merasa cukup atau puas dengan kondisi saat ini. Justru setelah menjadi desa mandiri, tantangannya adalah terus berkembang menjadi desa industri yang mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Gus Afif.

Sementara itu, Direktur BUMDes Desa Japan, Irfan, menjelaskan bahwa budidaya melon hidroponik merupakan salah satu unit usaha yang dikelola BUMDes dan telah memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes).

“Alhamdulillah, usaha melon hidroponik ini menjadi salah satu sumber pendapatan BUMDes dan mampu menambah PAD Desa. Ke depan kami akan terus mengembangkan berbagai potensi usaha lainnya,” kata Irfan.

Sinergi antara pemerintah desa, BUMDes, masyarakat, dan pemerintah pusat menjadi kunci dalam mewujudkan desa-desa yang lebih maju, inovatif, dan berdaya saing di masa depan.(Kar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *