Berita  

Advokad Hadi Purwanto S.T., S.H., M.H., Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian Lewat Sholawat, Ngaji dan Santunan kepada Anak Yatim

MOJOKERTO, JURNALDETIK.COM – Suasana religius dan penuh kepedulian mewarnai kegiatan Sholawat dan Ngaji Bareng bersama Advokat Hadi Purwanto, S.T., S.H., M.H., yang digelar di Kantor LBH Djawa Dwipa, Jalan Banjarsari Nomor 59, Desa Kedunglengkong, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Rabu (7/10/2026) malam.

Kegiatan yang mengusung semangat “Menebar Benih Manfaat dan Kebaikan” tersebut menghadirkan Group Sholawat Al Haddad Djawa Dwipa. Acara berlangsung mulai pukul 19.30 WIB dan terbuka gratis untuk masyarakat umum.

Sejumlah tokoh dan undangan turut hadir, di antaranya tokoh masyarakat Dusun Banjarsari H. Ismail yang merupakan mantan Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto periode 2014-2019, AKP MK Umam, S.H., yang sebelumnya menjabat Kapolsek Dlanggu dan kini menjabat Kapolsek Pacet, serta warga dan sejumlah undangan lainnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan lantunan sholawat bersama. Suasana semakin khidmat ketika para jamaah mengikuti pengajian dan tausiah keagamaan.

Dalam sambutannya, Ustad Mukid mengajak seluruh jamaah untuk bersama-sama mendoakan keluarga Hadi Purwanto agar senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran rezeki, serta kekuatan untuk terus melakukan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, KH Hasan Matori menyampaikan pentingnya memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak yatim.

Menurutnya, anak yatim membutuhkan perhatian, bukan hanya dalam bentuk bantuan materi, tetapi juga kasih sayang dan kepedulian dari lingkungan sekitarnya.

Ia mengajak masyarakat untuk tidak mudah memberikan stigma negatif terhadap anak yatim. Menurutnya, apabila terdapat anak yatim yang memiliki perilaku kurang baik, pendekatan dengan kasih sayang menjadi salah satu cara untuk membimbing mereka.

“Anak yatim membutuhkan kasih sayang. Karena itu, jangan dijauhi. Kita harus memberikan perhatian dan membimbing mereka dengan cara yang baik,” pesan KH Hasan Matori dalam tausiyahnya.

Selain mengajak menyayangi anak yatim, KH Hasan Matori juga mengingatkan masyarakat agar peduli terhadap para janda dan kaum miskin.

Ia menjelaskan bahwa kepedulian sosial perlu diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, termasuk orang-orang yang hidup dalam keterbatasan namun tidak mengeluhkan keadaannya kepada orang lain.

“Masih banyak orang yang hidup serba kekurangan tetapi tidak pernah mengeluh dan tidak berharap bantuan dari orang lain. Mereka inilah yang juga harus kita perhatikan,” tuturnya.

Di sela kegiatan tersebut, Advokat Hadi Purwanto S.T., S.H., M.H. mengatakan bahwa kegiatan sholawat, ngaji bersama dan santunan anak yatim merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus mengajak masyarakat agar terus menebarkan kebaikan.

Menurut Hadi, kegiatan keagamaan tidak hanya menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan, tetapi juga momentum untuk mempererat silaturahmi dan membangun kepedulian terhadap sesama.

“Melalui sholawat dan ngaji bersama ini, kami ingin mengajak kita semua untuk memperbanyak doa, mempererat silaturahmi dan yang paling penting menumbuhkan kepedulian kepada sesama,” ujar Hadi.

Ia menambahkan, santunan kepada anak yatim jangan dipandang sebatas pemberian bantuan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bentuk kasih sayang dan perhatian kepada anak-anak yang membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitarnya.

“Semoga apa yang kita lakukan malam ini menjadi benih kebaikan yang terus tumbuh. Jangan sampai kebaikan hanya berhenti pada satu kegiatan, tetapi bisa menjadi kebiasaan untuk saling membantu dan berbagi dengan sesama,” imbuhnya.

Hadi juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya warga di sekitar lingkungan Kantor LBH Djawa Dwipa.

Kegiatan kemudian ditutup dengan santunan kepada puluhan anak yatim dari warga sekitar. Santunan tersebut diberikan oleh keluarga Hadi Purwanto yang didampingi sang istri, Yayuk.

Pemberian santunan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan. Para anak yatim menerima bantuan sebagai bentuk kepedulian dan kasih sayang, sekaligus menjadi bagian dari pesan utama kegiatan untuk terus menebar manfaat dan kebaikan di tengah masyarakat.(Kar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *