NGANJUK -JURNALDETIK.COM– Dalam memasuki Tahun Ajaran 2026/2027 Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Pendidikan mengambil langkah tegas untuk merevolusi MPLS (masa pengenalan lingkungan satuan pendidikan).
Sinergi antara Pemerintah , sekolah dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan generasi unggul yang tidak hanya berprestasi diatas kertas, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan kepedulian sosial yang kuat untuk masa depan Bangsa.
Untuk memastikan program ini berjalan sesuai rencana dan tidak kecolongan oleh praktik perploncoan terselubung. Dinas Pendidikan akan melaksanakan evaluasi berkala dan membuka mekanisme umpan balik langsung dari para siswa dan orang tua.
Pemerintah Daerah berkomitmen penuh menghadirkan masa orientasi siswa yang ramah anak, edukatif, aman dan bersih dari segala bentuk perundungan (bullying) maupun kekerasan.
Kepala Dinas Pendidikan Nganjuk, Puguh Harnoto, mengatakan, “MPLS ramah anak merupakan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Dengan suasana belajar yang kondusif, peserta didik dapat berkembang secara optimal baik dari sisi akademik maupun karakter” Ujarnya, Jum’at (17/7)
“Kami instruksikan seluruh jajaran satuan pendidikan di Kabupaten Nganjuk agar menanggalkan metode-metode lama yang intimidatif. Mari kita wujudkan masa depan pendidikan yang ramah dan berkarakter. Bersama-sama kita ciptakan sekolah yang aman, nyaman dan menjadi tempat terbaik bagi anak-anak untuk belajar, berkembang untuk mencapai cita-cita” Tandasnya .
Lanjut Puguh, “Metode pembelajaran selama MPLS wajib dikemas secara inovatif dan inklusif, termasuk menyediakan fasilitas yang ramah bagi siswa penyandang disabilitas. Dengan semangat tahun ajaran baru 2026/2027 ini akan menjadi cetak biru ekosistem pendidikan yang ideal”. Pungkas Puguh
(Titin mujiati)














