Berita  

FGD Bersama SMKN 1 Dlanggu, Gus Afif Dorong Generasi Muda Berani Memiliki Cita-Cita Tinggi

MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM – Staf Khusus Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Bidang SDM dan Hubungan Kelembagaan, Dr. H. Muhammad Afif Zamroni, Lc., M.E.I., terus mendorong generasi muda untuk memiliki cita-cita tinggi serta mampu melihat dan mengembangkan potensi yang ada di lingkungan sekitarnya.

Hal tersebut disampaikan Gus Afif, sapaan akrab Muhammad Afif Zamroni, saat memberikan motivasi kepada puluhan siswa-siswi SMKN 1 Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD), Jumat (4/9/2026).

FGD tersebut mengangkat tema “Sinergi Pembangunan SDM Desa dan Daerah Tertinggal melalui Penguatan Kapasitas Generasi Muda SMKN 1 Dlanggu.”

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto, Pinky Hidayati, S.Psi., M.Psi., Kepala SMKN 1 Dlanggu Johan Bahrudin, S.Kom., M.T., Ketua Komite H. Mulyono, jajaran guru serta puluhan siswa-siswi.

Dalam sambutannya, Kepala SMKN 1 Dlanggu Johan Bahrudin menyampaikan apresiasi atas kedatangan Gus Afif. Menurutnya, kehadiran Staf Khusus Mendes PDT tersebut menjadi sebuah kehormatan sekaligus kesempatan bagi para siswa untuk mendapatkan wawasan dan motivasi.

“Pagi hari ini kami kedatangan tamu yang sangat istimewa dan di luar ekspektasi kami, yakni Gus Afif. Tentu ini menjadi motivasi bagi kami dan anak-anak,” ujarnya.

Johan menjelaskan, SMKN 1 Dlanggu merupakan sekolah yang relatif baru karena berdiri pada 2024. Pada awal berdiri, sekolah tersebut hanya memiliki dua jurusan. Namun, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat dan melihat potensi wilayah, kini SMKN 1 Dlanggu telah berkembang menjadi enam jurusan.

Salah satunya adalah jurusan perhotelan yang dinilai relevan dengan potensi Kabupaten Mojokerto sebagai daerah yang memiliki berbagai kawasan pariwisata.

“Walaupun sekolah kami berada di wilayah pegunungan, insyaallah kami siap bersaing dengan sekolah lainnya. Alhamdulillah, jurusan kuliner juga sudah berhasil mencatatkan prestasi hingga tingkat internasional,” ungkapnya.

Johan juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Komite Sekolah yang selama ini turut membantu berbagai kegiatan pendidikan di SMKN 1 Dlanggu.

Ia berharap berbagai potensi yang dimiliki sekolah dapat semakin diberdayakan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk melalui kerja sama dengan pemerintah desa.

“Kami pernah bekerja sama dengan Dinas PMD dan sering memberikan pelatihan di desa maupun kecamatan. Ke depan, kami berharap potensi yang dimiliki SMKN 1 Dlanggu dapat semakin diberdayakan untuk masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto, Pinky Hidayati, berharap pertemuan tersebut mampu menghasilkan gagasan dan sinergi yang memberikan manfaat bagi siswa maupun perkembangan SMKN 1 Dlanggu.

Menurutnya, SMKN 1 Dlanggu saat ini telah memiliki berbagai jurusan dan sarana prasarana yang cukup lengkap. Ke depan, peningkatan sarana prasarana serta perluasan peluang kerja bagi lulusan menjadi hal yang penting.

“Kami berharap ke depan semakin banyak peluang bagi anak-anak kita setelah menyelesaikan pendidikan untuk bisa bekerja sesuai kompetensinya,” tuturnya.

Pinky juga mendorong agar lulusan SMKN 1 Dlanggu tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi di desa.

Menurutnya, generasi muda dapat bersinergi dengan pemerintah desa maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal.

“Kami berharap anak-anak bisa bersinergi dengan desa. Tidak hanya dalam kegiatan pelatihan, tetapi juga ikut menggerakkan ekonomi di desa, menjadi pionir dan bagian dari gerakan ekonomi serta gerakan pemuda di desa masing-masing,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Afif memberikan motivasi kepada para siswa agar tidak berhenti pada pendidikan formal. Ia menekankan pentingnya setiap anak memiliki visi, misi dan cita-cita dalam kehidupan.

Gus Afif menjelaskan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal memiliki tanggung jawab dalam menerjemahkan visi pembangunan pemerintah, termasuk Asta Cita Presiden.

Menurutnya, sebagaimana pemerintah memiliki visi dan misi, setiap individu juga harus memiliki visi, misi dan harapan untuk masa depannya.

“Adik-adik juga harus memiliki visi dan misi dalam hidup. Kalau pemerintah memiliki Asta Cita atau delapan cita-cita, maka adik-adik juga harus mempunyai cita-cita dalam kehidupan,” kata Gus Afif.

Ia mendorong para siswa SMKN 1 Dlanggu untuk tidak hanya berorientasi menyelesaikan sekolah, melanjutkan pendidikan maupun mencari pekerjaan.

Lebih dari itu, generasi muda diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan menjadi pelaku usaha.

“Jangan berhenti hanya sekadar sekolah. Jangan berhenti hanya karena sudah melanjutkan studi. Jangan juga berhenti hanya karena nanti mendapatkan pekerjaan. Tetapi, kalau bisa juga berusaha, bahkan menciptakan lapangan pekerjaan,” tegasnya.

Gus Afif juga mengajak para siswa untuk memiliki cita-cita setinggi mungkin. Menurutnya, cita-cita, visi dan pandangan ke depan menjadi modal penting bagi generasi muda untuk menentukan arah kehidupannya.

“Yang perlu digarisbawahi, anak-anakku sekalian harus punya cita-cita yang tinggi. Harus punya visi, misi dan harapan untuk masa depan,” pesannya.

Selain memiliki cita-cita, Gus Afif juga meminta generasi muda untuk mampu membaca potensi yang ada di desa masing-masing.

Ia menilai pembangunan bangsa tidak hanya ditentukan oleh pemerintah pusat, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki desa.

“Apapun yang ada di desa harus dikembangkan. Potensi-potensi desa, keunggulan desa, termasuk karakteristik yang dimiliki masing-masing desa, semuanya bisa menjadi potensi yang dikembangkan dan memiliki nilai ekonomi,” terangnya.

Karena itu, ia mengajak para siswa untuk mulai mempelajari kondisi desa masing-masing. Dengan kreativitas dan inisiatif, generasi muda dapat menemukan peluang usaha yang sesuai dengan potensi lokal.

“Ketika kalian punya cita-cita, yang kedua adalah mampu membaca potensi. Lihat di desa masing-masing, apa yang paling bagus, apa yang bisa dikembangkan. Itu membutuhkan kreativitas dan inisiatif dari para pemuda,” imbuhnya.

Gus Afif berharap siswa SMKN 1 Dlanggu nantinya tidak hanya menjadi tenaga kerja, tetapi juga mampu menjadi sumber daya manusia yang mandiri, kreatif dan dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan desa.

Kegiatan FGD kemudian dilanjutkan dengan dialog interaktif. Para siswa diberikan kesempatan menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada Gus Afif mengenai pendidikan, masa depan, peluang usaha hingga pengembangan potensi desa.

Menariknya, setiap siswa yang berani bertanya dalam sesi dialog tersebut mendapatkan hadiah dari Gus Afif. Suasana kegiatan pun berlangsung interaktif dan penuh antusiasme.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para siswa SMKN 1 Dlanggu semakin termotivasi untuk berani bermimpi, memiliki cita-cita tinggi serta mampu melihat peluang dan potensi di lingkungan sekitarnya untuk menjadi bagian dari pembangunan desa dan daerah. (Kar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *