MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM – Ada kebiasaan yang selalu dilakukan Staf Khusus Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) RI Bidang SDM dan Hubungan Kelembagaan, Dr. H. Muhammad Afif Zamroni, Lc., M.E.I., setiap melakukan kunjungan kerja di hari Jumat.
Di sela-sela agenda kunjungannya, Gus Afif, sapaan akrab Muhammad Afif Zamroni, selalu menyempatkan diri menunaikan Salat Jumat sekaligus menjadi imam dan khatib di masjid yang berada di lokasi kunjungannya.
Kebiasaan tersebut kembali dilakukan saat dirinya menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama keluarga besar SMKN 1 Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Jumat (4/9/2026).
Usai memberikan motivasi kepada puluhan siswa dalam FGD bertema “Sinergi Pembangunan SDM Desa dan Daerah Tertinggal melalui Penguatan Kapasitas Generasi Muda SMKN 1 Dlanggu”, Gus Afif kemudian melaksanakan Salat Jumat di Masjid Baitul Ilmi SMKN 1 Dlanggu.
Tidak hanya menjadi imam, Gus Afif juga dipercaya menjadi khatib Salat Jumat yang diikuti oleh para guru dan siswa SMKN 1 Dlanggu.
Dalam khutbahnya, Gus Afif mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa meningkatkan keimanan kepada Allah SWT sekaligus memperkuat ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Marilah kita senantiasa meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT dan juga meningkatkan ketakwaan kepada-Nya,” pesan Gus Afif dalam khutbahnya.
Khusus kepada para siswa, Gus Afif mengingatkan pentingnya memiliki sikap patuh dan menghormati guru di sekolah serta berbakti kepada kedua orang tua.
Menurutnya, ilmu yang diperoleh di sekolah harus diiringi dengan akhlak dan ketakwaan. Sebab, kepandaian tanpa dibarengi dengan akhlak yang baik akan kehilangan makna dalam kehidupan.
“Untuk para siswa, tingkatkan ketakwaan dengan patuh kepada sekolah, menghormati guru dan juga taat kepada orang tua,” tuturnya.
Gus Afif juga mengingatkan bahwa ilmu pengetahuan merupakan salah satu anugerah besar yang diberikan Allah SWT kepada manusia. Karena itu, ilmu harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga maupun masyarakat.
“Allah SWT secara khusus memberikan manusia ilmu pengetahuan. Maka ilmu itu harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ilmu memiliki posisi penting dalam kehidupan manusia. Dengan ilmu, seseorang dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik, mampu membedakan antara yang benar dan salah, serta memiliki bekal dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Gus Afif juga mengingatkan para jamaah mengenai pentingnya ilmu sebagai bekal untuk meraih keberhasilan, baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat.
“Barang siapa yang ingin sukses dan berhasil di dunia dan di akhirat, maka harus memiliki ilmu,” tegasnya.
Karena itu, Gus Afif berpesan kepada para siswa SMKN 1 Dlanggu agar tidak pernah berhenti belajar dan terus bersemangat mencari ilmu.
Ia mendorong para siswa untuk tidak hanya menekuni pendidikan formal di sekolah, tetapi juga memperdalam ilmu agama sebagai bekal dalam menjalani kehidupan.
“Saya berharap adik-adik siswa rajin mencari ilmu, baik ilmu formal maupun ilmu agama. Karena ilmu itulah yang akan memberikan kemudahan dalam menjalani kehidupan di dunia maupun menjadi bekal di akhirat nanti,” pesannya.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dari kunjungan Gus Afif di SMKN 1 Dlanggu. Selain mendorong generasi muda memiliki cita-cita tinggi dan mampu mengembangkan potensi desa, ia juga menekankan pentingnya membangun generasi yang memiliki ilmu, iman dan ketakwaan.
Kegiatan Salat Jumat tersebut sekaligus menjadi penutup rangkaian agenda Gus Afif bersama keluarga besar SMKN 1 Dlanggu yang berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan.(Kar)














