Mojokerto, JurnalDetik – Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung meriah di lingkungan RT 01 RW 06, Desa Berat Wetan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.
Beragam perlombaan rakyat digelar pemuda setempat dengan melibatkan warga dari berbagai usia. Bukan sekadar memperebutkan hadiah, kegiatan tersebut menjadi ajang berkumpul, bersilaturahmi sekaligus membangun kekompakan warga dalam suasana perayaan kemerdekaan.
Rangkaian kegiatan dibuka dengan lomba untuk ibu-ibu pada Sabtu (22/8/2026) malam. Sejak sekitar pukul 19.00 WIB, suasana lingkungan warga mulai ramai oleh peserta dan penonton.
Sejumlah permainan unik disiapkan panitia, mulai dari Contong Air, Tiup Gelas, Mancing Kerupuk, Paku Pancing, hingga Lomba Joget.
Tawa dan sorakan warga pun mewarnai jalannya perlombaan. Setiap peserta dituntut tidak hanya cepat, tetapi juga mampu menjaga keseimbangan, konsentrasi dan kekompakan.
Kemeriahan kemudian berlanjut pada Minggu (23/8/2026) pagi. Kali ini giliran anak-anak yang menjadi pusat perhatian. Perlombaan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dengan berbagai permainan yang dirancang penuh keseruan.
Anak-anak beradu ketangkasan melalui lomba Topi Gantung, Paku Botol, Makan Roti, Pecah Balon, Joget Bola, Estafet Karet, Estafet Sarung, hingga Sepakbola Contong.
Ketua panitia, Moh Aan Bahrudin Yahya, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas dengan berbagai permainan sederhana agar seluruh warga dapat ikut merasakan kemeriahan peringatan kemerdekaan.
“Yang kami harapkan bukan hanya siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi warga untuk berkumpul, bersenang-senang dan mempererat kebersamaan,” ujar Aan.
Menurutnya, keterlibatan pemuda dalam kegiatan lingkungan juga menjadi bagian penting untuk menjaga semangat gotong royong. Dengan dukungan warga, kegiatan peringatan kemerdekaan dapat berlangsung lebih hidup dan menjadi agenda kebersamaan.
Sementara itu, Ketua RT 01, Bahrul, mengapresiasi inisiatif para pemuda yang telah mempersiapkan rangkaian perlombaan tersebut.
Ia berharap semangat kebersamaan yang terlihat selama kegiatan tidak berhenti pada momentum peringatan kemerdekaan, tetapi terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berterima kasih kepada para pemuda dan seluruh warga yang ikut menyukseskan kegiatan ini. Semoga kebersamaan dan kerukunan seperti ini terus terjaga,” ungkap Bahrul.
Parade lomba tersebut sekaligus menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan dapat diisi dengan kegiatan sederhana yang mampu menghadirkan kebahagiaan dan mempertemukan seluruh lapisan masyarakat.
Dari anak-anak hingga ibu-ibu, semuanya mendapatkan ruang untuk ikut merayakan kemerdekaan dengan cara yang penuh keceriaan.
Bagi warga RT 01 RW 06 Desa Berat Wetan, semangat kemerdekaan bukan hanya tentang seremoni. Melainkan juga tentang menjaga persaudaraan, gotong royong dan kekompakan yang tumbuh dari lingkungan masyarakat itu sendiri.














