MOJOKERTO, JURNALDETIK.COM– Pembinaan bakat dan minat siswa di SMKN 1 Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, kembali membuahkan hasil positif. Dua peserta didiknya berhasil meraih prestasi dalam ajang Pemuda Barista Mocktail Competition Vol. 1 tingkat Jawa Timur yang berlangsung di Conference Room Aston Hotel Mojokerto, Minggu (4/10/2026).
Dalam kompetisi tersebut, Raisya Raiyana berhasil meraih juara 2, sedangkan Raka Alviananta menempati posisi juara 3. Capaian ini menjadi bukti bahwa pengembangan potensi siswa melalui program Bina Talenta Siswa mampu membuka peluang bagi peserta didik untuk berprestasi di luar bidang akademik.
Kepala SMKN 1 Dlanggu, Johan Bahrudin, S.Kom., M.T., menyampaikan apresiasi atas pencapaian kedua siswa tersebut. Menurutnya, prestasi itu merupakan hasil dari proses pengembangan bakat yang dilakukan sekolah dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengasah kemampuan sesuai minat dan potensinya.
Johan menegaskan bahwa sekolah berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran di kelas, tetapi juga mendorong siswa agar memiliki keterampilan, kreativitas, dan kompetensi yang dapat menjadi bekal menghadapi dunia kerja.
“Setiap siswa memiliki potensi dan keunggulan masing-masing. Tugas sekolah adalah membantu menemukan, mengembangkan, dan membina potensi tersebut agar tumbuh menjadi kemampuan nyata yang bisa mengantarkan mereka meraih prestasi,” ujar Johan. Jumat (9/10/2026)
Kompetisi barista dan mocktail tersebut digelar dalam rangka perayaan ulang tahun ke-4 Aston Hotel Mojokerto dengan tema *“4 Years Ever to More by Aston”*. Ajang ini menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan meracik minuman, kreativitas penyajian, serta keterampilan yang berkaitan dengan industri perhotelan dan pelayanan.
Keberhasilan Raisya dan Raka tidak terlepas dari upaya sekolah dalam memberikan pembinaan sesuai bidang yang diminati siswa. Melalui program Bina Talenta Siswa, sekolah berusaha memastikan bahwa potensi peserta didik tidak berhenti pada tahap identifikasi, tetapi dilanjutkan dengan pelatihan dan pendampingan hingga memperoleh kesempatan mengikuti kompetisi.
Program tersebut diawali dengan pemetaan potensi melalui tes psikologi terhadap 150 siswa terpilih. Hasil pemetaan kemudian dikomunikasikan kepada siswa bersama orang tua atau wali murid sebagai dasar untuk menentukan arah pengembangan kemampuan masing-masing.
Pelibatan keluarga menjadi bagian dari upaya membangun kerja sama antara sekolah dan orang tua. Dengan dukungan bersama, siswa diharapkan dapat mengembangkan minatnya secara lebih terarah sekaligus memperoleh pendampingan yang sesuai dengan kebutuhannya.
Salah satu bidang yang dikembangkan adalah keterampilan barista dan mocktail. Dalam bidang ini, peserta didik dilatih untuk mengasah ketelitian, kreativitas, teknik meracik minuman, estetika penyajian, serta sikap profesional yang dibutuhkan dalam lingkungan kerja industri hospitality.
Pengalaman mengikuti kompetisi tingkat Jawa Timur juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengukur kemampuan, memperoleh pengalaman baru, dan mengenal standar keterampilan yang dibutuhkan di dunia industri.
Johan berharap pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan dan berani mengikuti berbagai ajang kompetisi.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya mengenali bakatnya, tetapi juga memiliki keberanian untuk mengembangkannya. Ketika potensi mendapatkan pembinaan yang tepat dan kesempatan untuk tampil, peluang meraih prestasi akan semakin terbuka,” tambahnya.
Menurutnya, program Bina Talenta Siswa akan terus menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung keberagaman potensi peserta didik. Keberhasilan pendidikan, kata dia, tidak semata-mata diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan siswa mengembangkan keterampilan dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
Prestasi Raisya Raiyana dan Raka Alviananta di Pemuda Barista Mocktail Competition Vol. 1 diharapkan menjadi pemacu semangat bagi seluruh warga sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan.
Melalui program Bina Talenta Siswa, SMKN 1 Dlanggu berupaya menghubungkan potensi, proses pembinaan, dan kesempatan berprestasi agar peserta didik memiliki bekal keterampilan serta kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Capaian dua siswa tersebut sekaligus mempertegas pentingnya pendidikan yang memberikan ruang bagi setiap anak untuk tumbuh sesuai bakatnya, mengembangkan kreativitas, dan mempersiapkan diri menjadi generasi muda yang kompeten serta berdaya saing.(Kar)














