Berita  

Staf Khusus Kemendes PDT RI Ziarah ke Makam Troloyo, Dorong Pengembangan Wisata Religi yang Nyaman dan Berkelanjutan

Oplus_16908288

MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM – Usai menyerap aspirasi bersama jajaran Pemerintah Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Staf Khusus Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) RI, Dr. H. Afif Zamroni, Lc., melanjutkan agenda dengan berziarah ke Makam Troloyo, situs religi yang diyakini sebagai makam Syekh Jumadil Kubro, Kamis (11/6/2026).

Gus Afif bersama rombongan tiba di kawasan wisata religi tersebut sekitar pukul 13.00 WIB. Setibanya di lokasi, rombongan melaksanakan salat Zuhur berjamaah sebelum melanjutkan doa dan tahlil di kompleks makam yang menjadi salah satu tujuan ziarah umat Islam dari berbagai daerah.

Kepada awak media, Gus Afif menjelaskan bahwa kunjungannya ke Makam Troloyo merupakan bentuk penghormatan kepada Syekh Jumadil Kubro yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah penyebaran Islam di Nusantara.

“Hari ini kami berziarah ke Makam Troloyo, tepatnya ke makam Syekh Jumadil Kubro, salah satu tokoh perjuangan sekaligus penyebar agama Islam yang memiliki peran besar, tidak hanya di Pulau Jawa tetapi juga di Nusantara,” ujarnya.

Menantu pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, KH Asep Syaifuddin Chalim, itu juga menilai keberadaan Makam Troloyo memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata religi yang perlu terus dikembangkan, baik dari sisi fasilitas, sistem pengelolaan, maupun pelayanan bagi para peziarah.

Menurutnya, pengembangan kawasan wisata religi tersebut harus dilakukan melalui dialog dan musyawarah bersama antara berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, pemerintah daerah, serta pengelola situs.

“Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat desa bisa merasakan manfaat dan kesejahteraan dari keberadaan wisata religi ini, sekaligus para peziarah mendapatkan kenyamanan, ketenangan, dan kekhusyukan saat berziarah,” katanya.

Gus Afif menegaskan bahwa wisata religi tidak hanya memberikan nilai sejarah dan edukasi, tetapi juga memiliki dimensi spiritual bagi para peziarah yang datang untuk mengenang perjuangan para ulama sekaligus mencari keberkahan.

Ia menilai Makam Troloyo saat ini telah berkembang menjadi destinasi wisata religi yang memiliki daya tarik luas. Tidak hanya dikunjungi masyarakat Mojokerto dan Jawa Timur, tetapi juga peziarah dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.

“Sudah banyak peziarah yang datang dari berbagai daerah, bahkan dari luar negeri seperti Malaysia, Singapura, hingga Turki. Mereka datang untuk napak tilas sejarah penyebaran Islam sekaligus mengambil hikmah dan berkah dari perjuangan Syekh Jumadil Kubro,” tuturnya.

Dengan potensi yang dimiliki, Gus Afif berharap pengembangan kawasan Makam Troloyo dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar sekaligus meningkatkan kenyamanan para peziarah yang datang dari berbagai penjuru.(Kar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *