Berita  

Staf Khusus Kemendes PDT Tanamkan Semangat Transformasi SDM kepada Pelajar SMAN 1 Puri

MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM — Upaya mempersiapkan generasi muda yang unggul, berdaya saing, dan memiliki kapasitas menghadapi tantangan masa depan terus didorong melalui penguatan sektor pendidikan. Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Staf Khusus Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) RI, Dr. H. Muhammad Afif Zamroni, Lc., M.E.I., di SMA Negeri 1 Puri, Kabupaten Mojokerto, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Tribuana Lantai 2 SMA Negeri 1 Puri tersebut mengangkat tema “Transformasi SDM dan Penguatan Kapasitas Bangsa Menuju Indonesia Emas.” FGD diikuti Kepala SMA Negeri 1 Puri Suyoto, S.Pd., M.Pd., jajaran guru, serta puluhan siswa.

Dalam sambutannya, Kepala SMA Negeri 1 Puri Suyoto menyampaikan apresiasi atas dipilihnya SMAN 1 Puri sebagai lokasi pelaksanaan FGD. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan penting bagi sekolah untuk memperluas wawasan siswa mengenai tantangan pembangunan bangsa sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa generasi muda memiliki peran besar dalam menentukan masa depan Indonesia.

Ia menegaskan, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, kreativitas, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.

“Sekolah memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan anak-anak bukan hanya agar mampu bersaing secara akademis, tetapi juga memiliki karakter, etos kerja, kemampuan beradaptasi, dan kepedulian terhadap bangsa. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan motivasi kepada para siswa untuk terus belajar dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Desa dan PDT RI Dr. H. Muhammad Afif Zamroni dalam paparannya mengajak para siswa untuk memaknai kemerdekaan secara lebih mendalam. Menurutnya, kemerdekaan tidak semestinya berhenti pada perayaan seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas manusia dan kesejahteraan masyarakat.

Gus Afif menjelaskan, pengalaman panjang bangsa Indonesia dalam menghadapi penjajahan menjadi bagian penting dalam refleksi kemerdekaan. Karena itu, semangat kemerdekaan harus diteruskan dengan perjuangan dalam bentuk yang berbeda, terutama melawan kebodohan, keterbelakangan, kemiskinan, dan rendahnya daya saing.

“Euforia kemerdekaan tentu penting sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan terhadap sejarah. Tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kemerdekaan itu kita isi. Kemerdekaan harus menjadi jalan menuju masyarakat yang cerdas, mandiri, adil, dan sejahtera,” ungkap Afif.

Ia menekankan bahwa pendidikan merupakan salah satu instrumen paling strategis dalam melakukan transformasi sosial. Pendidikan dinilai mampu membuka mobilitas sosial, memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi, sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi persaingan global.

Dalam konteks pembangunan desa, lanjut Gus Afif, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi bagian penting. Desa tidak hanya membutuhkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan generasi yang mampu mengelola potensi lokal secara profesional, inovatif, dan berkelanjutan.

“Pembangunan desa tidak cukup hanya membangun fisiknya. Kita membutuhkan manusia yang mampu mengelola seluruh potensi desa. Karena itu, anak-anak muda harus dipersiapkan sejak sekarang agar nantinya mampu menjadi penggerak pembangunan di daerah masing-masing,” jelasnya.

Kepada para siswa SMAN 1 Puri, Gus Afif juga mendorong adanya perubahan pola pikir. Generasi muda, kata dia, harus meninggalkan kebiasaan hanya menjadi penonton perkembangan zaman dan mulai memosisikan diri sebagai pelaku perubahan.

Menurutnya, siswa SMA merupakan kelompok strategis yang akan memasuki fase pendidikan tinggi maupun dunia kerja. Karena itu, masa sekolah harus dimanfaatkan untuk memperkuat kompetensi, memperluas wawasan, membangun karakter, serta mengembangkan kemampuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Anak-anak yang hadir di ruangan ini adalah calon pemimpin masa depan. Jangan hanya mengejar nilai, tetapi bangun kemampuan, karakter, kedisiplinan dan keberanian untuk berinovasi. Indonesia Emas membutuhkan generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga memiliki integritas dan etos kerja,” tegasnya.

Gus Afif juga menyoroti hubungan erat antara tingkat pendidikan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa investasi pada pendidikan merupakan salah satu jalan penting untuk membangun kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Melalui FGD tersebut, para peserta diajak memahami bahwa momentum kemerdekaan harus menjadi energi untuk meningkatkan kualitas diri. Para siswa diharapkan mampu menjadikan pendidikan sebagai sarana untuk mengembangkan potensi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan adanya dialog dan diskusi antara Staf Khusus Kemendes PDT RI, pihak sekolah, guru, dan para siswa. FGD tersebut sekaligus menjadi ruang untuk menanamkan optimisme bahwa generasi muda memiliki posisi penting dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, maju, makmur, dan berdaya saing global.

Gus Afif menutup paparannya dengan mengajak seluruh peserta menjadikan pendidikan sebagai bagian dari perjuangan mengisi kemerdekaan.

“Wujud kemerdekaan sejati adalah ketika bangsa ini mampu berdiri dengan kekuatannya sendiri, masyarakatnya cerdas dan sejahtera, serta generasi mudanya memiliki kapasitas untuk membawa Indonesia menjadi bangsa yang semakin maju,” pungkasnya.(Kar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *