banner 728x250

FALOM MENGGUGAT

banner 120x600
banner 468x60

oleh : Drs. Kartiwi *)

Mayoritas aktivis LSM Mojokerto dibuat kaget bercampur meradang. Tatkala Jaksa Penuntut Umun KPK membacakan dakwaan terhadap MKP pada Sidang Kasus Gratifikasi dan TPPU di Pengadilan Tipikor Juanda Jawa Timur, Kamis 20 Januari 2022.

banner 325x300

Meradang, karena ada kurang lebih 600 saksi dalam perkara jual beli jabatan. Dan di antara deretan saksi tersebut kini menjabat aktif dalam jajaran birokrasi pemerintahan Kabupaten Mojokerto.

Jauh sebelum kasus ini terkuak, para pejabat yang dulunya seolah bersih. Ternyata namanya masuk daftar pelaku suap.

Atas dasar fakta persidangan inilah, FALOM hadir untuk menggugat kemunafikan massal yang memalukan dan memilukan itu.

Forum Aliansi LSM Ormas Mojokerto (FALOM) dibentuk dan berdiri era Bupati Achmady. Merupakan gabungan beberapa LSM yang berafiliasi pula dengan kekuatan Ormas saat itu. Bersifat mitra pendamping dari program pembangunan Kabupaten Mojokerto. Kiprah FALOM benar-benar didengar dan diperhatikan. Bahkan difasilitasi dalam berbagai bentuk kegiatan tanpa harus kehilangan nilai idealisme dan juga fungsi kontrol sosial.

Baca Juga :  Cegah Mewabahnya PMK Di Mojokerto, Polres Mojokerto Batasi Pergerakan Distribusi Ternak Sapi

Anggota FALOM sadar, sangat memegang teguh prinsip keadilan dan kesetaraan. Sebagian kalangan menyebut lembaga oposisi di luar sistem. Ada pula yang memberi stigma forum setengah hati. Independensi yang malu malu. Sebab totalitas anggaran bergantung pada cukilan APBD. Bukan murni swadaya anggota.

Namun tulisan ini hadir bukan untuk mengobok obok isi dapur FALOM.

Namun ingin menggugah kesadaran masyarakat luas lewat seruan kritis FALOM. Wal khusus, potret bobroknya mentalitas para pejabat birokrasi Pemerintah Kabupaten Mojokerto yang sudah pada tingkat stadium kronis.

Baca Juga :  Wakil Bupati Mojokerto Gus Barra Santuni Korban Bencana Kebakaran Dari Uang Pribadi

Fenomena yang menyesakkan dada ini, jelas tak lagi ada harapan sembuh. Tak ada lagi ramuan untuk diperbaiki. Kecuali diamputasi. Atau DIGANTI.

Bahwa FALOM saat ini dan di sini sudah muak melihat wajah wajah pelaku birokrasi yang tak tahu diri dan korupsi.

Jargon jargon soal Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi telah nyata dipecundangi. Mereka para pecundang senantiasa tertawa terbahak-bahak di balik kondisi serba kacau balau ini.

Untuk itu, dalam waktu dekat FALOM mendesak Bupati Mojokerto agar segera melakukan Reshuffle Total Menyeluruh terhadap pejabat pelaku suap yang namanya tertulis dalam dakwaan tersebut.

Baca Juga :  Jalin Sinergitas Untuk Harkamtibmas,Polresta Malang Kota Kembali Gelar PIRAMIDA dan Vaksinasi Booster Awak Media

Demikianlah, cara dan agenda FALOM dalam menyingkap tabir gelap. Bahwa selama ini masyarakat Mojokerto ternyata telah dikibuli oleh pejabatnya sendiri. Di depan publik mereka seolah menunjukkan dirinya bersih.

Tapi APA LACUR…..

*)Penulis adalah aktivis LSM tinggal di Pekukuhan Mojosari Mojokerto.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *