Pembangunan SDN Blooto Terkendala Aset, Warga Minta Bantuan Bejo

MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM – Pemerintah Kota Mojokerto kesulitan mengembangkan pembangunan SDN Blooto 1 dan 2 kecamatan Prajuritkulon. Pasalnya, tanah tempat berdirinya sekolah tersebut bukan aset milik Pemkot Mojokerto.

Permasalahan tersebut disampaikan Joko Mulyono, Ketua RT 02 RW 01 lingkungan Kemasan kelurahan Blooto kecamatan Prajuritkulon saat menghadiri reses yang digelar Anggota DPRD Kota Mojokerto dari Partai Demokrat Nuryono Sugiraharjo SH di Warung Bandeng HS, Perumdam, jalan Raya Blooto, Kamis (7/7/2022).

“Kebutuhan pembangunan untuk SDN Blooto 1 dan 2 sangat sulit karena terbentur masalah aset. Asetnya bukan aset Pemkot Mojokerto, otomatis untuk membangunnya sangat tersendat,” ungkapnya saat mendapat giliran menyampaikan aspirasi.

Dituturkan, dirinya beberapa waktu lalu diundang rapat oleh Komite Sekolah untuk mencari jalan keluar untuk mengembangkan pembangunan sekolah. “Kalau toh memang sulit, mungkin bisa diperjuangkan agar sekolah Blooto ini dari segi pembangunannya setara dengan sekolah lainnya,” harapnya.

Yono (sapaan akrab Joko Mulyono) juga mengungkapkan jika dalam pembangunan SDN Blooto selalu melibatkan wali murid. “Terpaksa wali murid urunan. Karena untuk minta bantuan dari Pemkot kesulitan. Saat ini jika hujan, banjir,” ungkapnya.

Jika dari segi pendidikannya, SDN Blooto sama dengan sekolah-sekolah lainnya. Untuk bantuan sekolahnya juga sama. Tapi dari segi pembangunannya sangat kurang. “Pak Bejo (sapaan akrab Nuryono Sugiraharjo) kan di Komisi III, mungkin bisa memperjuangkan masak ini,” harapnya.

Menanggapi masalah tersebut, Bejo mengatakan jika dirinya sebelumnya sudah mendengar bahkan SDN Blooto 1 dan 2 bukan aset Pemkot. Sehingga pembangunannya tidak maksimal. “Kalau pembangunannya tidak maksimal, dikhawatirkan mengganggu proses belajar mengajar,” katanya.

Untuk itu, dirinya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan bagaimana jalan keluarnya. “Permasalahan ini harus diselesaikan supaya SDN Blooto 1 dan 2 dari sisi pembangunan tidak ketinggalan dengan sekolah-sekolah lainnya,” katanya.(Yus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *