PTMSI Gandeng Dispendik Mojokerto Cetak Atlet Tenis Meja Berprestasi dari Bangku Sekolah

Oplus_16908288

MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM– Upaya mencetak atlet tenis meja berprestasi terus dilakukan Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Mojokerto. Organisasi olahraga tersebut menggandeng Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto untuk menjaring bibit-bibit atlet potensial sejak usia dini melalui lingkungan sekolah.

Langkah awal yang dilakukan adalah menggelar sosialisasi ke seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Mojokerto. Melalui berbagai turnamen dan kompetisi tenis meja antar pelajar, PTMSI berharap dapat menemukan talenta-talenta muda yang nantinya dibina secara berkelanjutan.

Oplus_16908288

Ketua PTMSI Kabupaten Mojokerto, Munawar Tobing, mengatakan bahwa pembinaan atlet harus dimulai sejak dini agar kemampuan dan mental bertanding mereka terus berkembang.

“Melalui turnamen-turnamen yang digelar, kita bisa melihat potensi para atlet pemula. Dari sana mereka akan dibina lebih intensif sehingga ke depan mampu menjadi atlet yang membawa nama Kabupaten Mojokerto hingga tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya, Selasa (9/6).

Menurut Munawar, kolaborasi dengan Dispendik menjadi bentuk komitmen bersama dalam membangun sistem pembinaan olahraga yang berkelanjutan. Guru olahraga di sekolah diharapkan dapat berperan aktif dalam mengembangkan bakat siswa, sekaligus memberikan dukungan ketika mereka mengikuti berbagai ajang kompetisi di luar sekolah.

“PTMSI terus berupaya mendorong pembinaan agar lahir bibit-bibit atlet baru. Memang prosesnya tidak instan dan membutuhkan waktu panjang, namun langkah ini harus dimulai dari sekolah sebagai tempat terbaik untuk melihat dan mengembangkan potensi siswa,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dispendik Kabupaten Mojokerto, Amsar Azhari Siregar, menyambut baik sinergi yang dibangun bersama PTMSI. Ia menilai sekolah merupakan fondasi utama dalam melahirkan atlet-atlet berprestasi.

“Sekolah adalah hulu dari lahirnya prestasi olahraga. Namun bakat yang ditemukan di sekolah tidak akan berkembang maksimal tanpa adanya pembinaan yang profesional. Melalui kerja sama ini, PTMSI menjadi jembatan yang menghubungkan siswa berbakat menuju dunia olahraga prestasi,” katanya.

Amsar menegaskan bahwa pembinaan dan regenerasi atlet merupakan program jangka panjang yang membutuhkan konsistensi dari seluruh pihak. Peran sekolah adalah membangun minat dan dasar kemampuan siswa, sedangkan PTMSI bertugas mengasah kemampuan tersebut hingga mampu bersaing di level yang lebih tinggi.

“Regenerasi atlet tidak bisa dilakukan secara instan. Jika sinergi antara Dispendik dan PTMSI berjalan solid, saya optimistis akan lahir atlet-atlet tenis meja yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Mojokerto di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional,” tegasnya.

Melalui kolaborasi tersebut, Kabupaten Mojokerto diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembinaan olahraga yang berkelanjutan, sekaligus melahirkan generasi atlet tenis meja yang siap berprestasi dan membawa kebanggaan bagi daerah.(Kar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *