Berita  

Pemkab Mojokerto Siapkan Sekolah Rakyat Terpadu di Dawarblandong, Pusat Pendidikan dari SD hingga SMA

Oplus_16908288

MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM– Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus mematangkan persiapan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) terpadu yang akan berlokasi di Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong. Kawasan pendidikan tersebut dirancang menjadi pusat pembelajaran terpadu yang mencakup jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Untuk merealisasikan program tersebut, Pemkab Mojokerto telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih 8 hektare. Lokasi itu nantinya akan menjadi pusat kegiatan Sekolah Rakyat yang saat ini masih beroperasi secara rintisan di Kecamatan Gedeg.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Drs Teguh Gunarko, M.S.i, saat menghadiri kegiatan Open House dan Panen Karya Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 15 Kabupaten Mojokerto di Desa Kemantren Wetan, Kecamatan Gedeg, Sabtu (20/6/2026).

Teguh menjelaskan, keberadaan SRMP 15 di Gedeg merupakan tahap awal pelaksanaan program Sekolah Rakyat di Kabupaten Mojokerto. Saat ini, pemerintah daerah tinggal menunggu tindak lanjut pembangunan dari pemerintah pusat setelah seluruh kebutuhan lahan berhasil disiapkan.

“Lahan sudah tersedia di Banyulegi. Nantinya seluruh aktivitas Sekolah Rakyat akan dipusatkan dalam satu kawasan pendidikan terpadu. Kami berharap proses pembangunan dapat dimulai pada akhir tahun ini,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan fisik gedung dan sarana pendidikan akan menjadi kewenangan pemerintah pusat. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Mojokerto bertanggung jawab menyediakan lahan serta memenuhi berbagai kebutuhan administrasi yang diperlukan.

Selain meninjau hasil karya siswa, Teguh juga memberikan motivasi kepada para peserta didik yang akan memasuki masa libur semester. Ia mengajak para siswa memanfaatkan waktu liburan secara positif dengan tetap menjaga semangat belajar dan mempererat hubungan dengan keluarga.

“Manfaatkan waktu libur untuk berkumpul bersama keluarga, membantu orang tua, dan tetap mempertahankan kebiasaan baik yang telah dibangun selama mengikuti proses pendidikan di sekolah,” pesannya.

Sementara itu, Kepala SRMP 15 Kabupaten Mojokerto, Heri Susanto, mengatakan kegiatan Open House dan Panen Karya menjadi momentum untuk menunjukkan perkembangan peserta didik selama satu semester terakhir kepada orang tua dan masyarakat.

Berbagai hasil karya, keterampilan, dan prestasi siswa dipamerkan dalam kegiatan tersebut. Menurut Heri, pendidikan di Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga penguatan karakter, keterampilan hidup, serta kemampuan sosial peserta didik.

“Panen karya ini menjadi bukti bahwa siswa mampu berkembang di berbagai bidang melalui pendampingan para guru, wali asrama, wali asuh, dan tenaga kependidikan yang terlibat dalam proses pembelajaran,” katanya.

Dalam pameran tersebut, pengunjung disuguhkan beragam penampilan dan hasil karya siswa, mulai dari kemampuan baris-berbaris, olahraga, teknologi informasi, hingga penguasaan bahasa asing. Sejumlah kegiatan ekstrakurikuler hasil pembinaan bersama unsur TNI dan Polri juga turut ditampilkan sebagai bagian dari pengembangan karakter dan kedisiplinan siswa.

Ke depan, keberadaan Sekolah Rakyat terpadu di Banyulegi diharapkan mampu memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat serta menjadi salah satu pusat pengembangan sumber daya manusia di Kabupaten Mojokerto.(Kar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *