MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM – Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Dinas Pangan dan Perikanan kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok masyarakat. Kali ini kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Gunungan, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Rabu (29/7/2026).
Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu program pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi sekaligus memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Berbagai kebutuhan pokok dijual dalam kegiatan tersebut, di antaranya beras SPHP Rp57.500 per 5 kilogram, beras premium Rp72.000 per 5 kilogram, minyak goreng Rp19.000 per kilogram, gula pasir Rp15.500 per kilogram, bawang merah Rp24.000 per kilogram, bawang putih Rp28.000 per kilogram, cabai kecil Rp38.000 per kilogram, telur ayam Rp23.500 per kilogram, daging ayam Rp29.000 per ekor, daging bebek Rp58.000 per ekor, tepung beras Rp8.000 per 500 gram, serta tepung ketan Rp13.500 per 500 gram.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Sejak pagi, warga memadati lokasi untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah sehingga dapat membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.
Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Mojokerto Mokhamad Riduwan melalui Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan, Nur Aisah, S.P., M.P., mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan langkah nyata pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus mendukung pengendalian inflasi di Kabupaten Mojokerto.
“Program Gerakan Pangan Murah ini telah kami laksanakan di 18 kecamatan di wilayah Kabupaten Mojokerto. Saat ini sasarannya adalah desa-desa yang masuk kategori rawan pangan, salah satunya Desa Gunungan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Desa Gunungan termasuk salah satu dari empat desa di Kecamatan Dawarblandong yang tergolong rawan pangan. Karena itu, pemerintah berupaya menghadirkan bahan pangan dengan harga terjangkau agar masyarakat lebih mudah memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Harapannya masyarakat bisa memperoleh bahan pangan murah, terutama kebutuhan pokok, sehingga dapat membantu meringankan beban ekonomi warga,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Gunungan, Sadi, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mojokerto, khususnya Dinas Pangan dan Perikanan, yang telah memilih Desa Gunungan sebagai lokasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Mojokerto, khususnya Dinas Pangan dan Perikanan, karena telah melaksanakan Gerakan Pangan Murah di Desa Gunungan. Program ini sangat membantu masyarakat kami dalam mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah,” ungkap Sadi.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkala, misalnya setiap tiga atau enam bulan sekali, sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan oleh masyarakat, khususnya di wilayah yang masih tergolong rawan pangan.
Gerakan Pangan Murah berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Pemerintah Kabupaten Mojokerto berharap kegiatan ini mampu menjaga daya beli masyarakat, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta menjadi salah satu instrumen efektif dalam mengendalikan laju inflasi di Kabupaten Mojokerto. (Adv-Kar)














