Staf khusus Kemendes PDT RI Gus Afif Diskusi Pendidikan dengan Siswa SMKN 2 Mojokerto, Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Desa

MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM– Staf Khusus Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) RI, Dr. H. Muhammad Afif Zamroni, Lc., M.E.I., terus mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) generasi muda sebagai bagian penting dalam pembangunan desa dan daerah tertinggal.

Selain aktif melakukan kunjungan serta silaturahmi ke berbagai desa, Gus Afif juga menyempatkan diri mengunjungi lembaga pendidikan di wilayah Mojokerto. Kali ini, ia hadir di SMKN 2 Kota Mojokerto, Kamis (20/8/2026), untuk berdialog dan memberikan motivasi kepada puluhan siswa melalui diskusi pendidikan bertema “Sinergi Pembangunan SDM Desa dan Daerah Tertinggal melalui Penguatan Kapasitas Generasi Muda.”

Kehadiran Gus Afif mendapat sambutan hangat dari Kepala SMKN 2 Kota Mojokerto, Iswahyudi, S.ST., M.Pd., bersama jajaran komite dan para guru. Puluhan siswa dari perwakilan lima program keahlian turut mengikuti diskusi tersebut.

Dalam sambutannya, Iswahyudi menyampaikan apresiasi atas kunjungan Gus Afif ke SMKN 2 Kota Mojokerto. Menurutnya, kehadiran Staf Khusus Kemendes PDT RI tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan sekaligus dampak positif bagi perkembangan sekolah dan para siswa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Gus Afif yang telah berkesempatan hadir di SMKN 2 Kota Mojokerto. Mudah-mudahan kunjungan ini bisa memberikan dampak positif bagi sekolah dan para siswa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terdapat lima program keahlian di SMKN 2 Kota Mojokerto yang memiliki keterkaitan dengan pengembangan potensi desa.

Kelima program tersebut yakni Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) yang mempelajari pembuatan website, aplikasi dan solusi digital; Kuliner yang berkaitan dengan pengolahan makanan serta kewirausahaan; Desain Komunikasi Visual (DKV) yang mencakup desain, media visual, periklanan dan branding; Layanan Perbankan Syariah (LPS) yang mempelajari sistem operasional serta layanan perbankan berbasis prinsip syariah; serta Teknik Pengolahan Hasil Pangan (TPHP) yang berfokus pada pengolahan, pengujian dan pengemasan produk hasil pertanian maupun pangan.

“Ke depan kami berharap mendapat support dari Gus Afif maupun Kemendes PDT agar program-program yang ada di SMKN 2 Kota Mojokerto semakin berkembang. Kami juga berharap ada pelatihan dan dukungan permodalan sehingga kompetensi siswa dapat lebih dikembangkan,” harap Iswahyudi.

Sementara itu, Gus Afif Zamroni berdialog langsung dengan para siswa. Dengan suasana yang hangat dan interaktif, ia mengajak generasi muda untuk tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan di kota, tetapi juga melihat desa sebagai ruang untuk berkarya, membangun usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Dalam materi diskusinya, Gus Afif mengungkapkan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis dalam pembangunan desa. Namun, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu dihadapi, mulai dari urbanisasi tenaga kerja muda, kesenjangan keterampilan vokasi, hingga keterbatasan literasi digital dan akses pasar.

Di sisi lain, desa memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan oleh generasi muda. Bonus demografi desa, pengembangan BUMDes dan UMKM, komoditas lokal, desa ekspor, hingga sektor ketahanan pangan dan energi menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan.

Menurut Gus Afif, pendidikan vokasi seperti SMK memiliki peran penting sebagai engine of growth atau penggerak pertumbuhan bagi pembangunan kawasan perdesaan.

“Anak-anak SMK harus memiliki keberanian untuk melihat potensi di sekitarnya. Jangan hanya berpikir bagaimana setelah lulus bisa bekerja, tetapi juga bagaimana menciptakan pekerjaan dan memberikan solusi bagi masyarakat,” pesan Gus Afif kepada para siswa.

Ia menilai, sekolah vokasi dapat menjadi pencetak entrepreneur muda, pusat inovasi terapan sekaligus mitra strategis BUMDes. Kompetensi yang dimiliki siswa dapat diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat desa.

Dalam membangun generasi muda yang kuat, Gus Afif menekankan tiga pilar utama, yakni karakter dan kepemimpinan, keterampilan vokasi, serta sinergi kelembagaan.

Karakter dan kepemimpinan diperlukan agar generasi muda memiliki integritas, kepedulian sosial dan kepemimpinan yang berakar pada kearifan lokal. Sementara keterampilan vokasi mencakup penguasaan keahlian teknis, teknologi, otomatisasi dan literasi digital.

Sedangkan sinergi kelembagaan diperlukan melalui kolaborasi antara satuan pendidikan, Kemendes PDT, pemerintah daerah, BUMDes dan berbagai elemen masyarakat.

Gus Afif juga menyampaikan komitmen Kemendes PDT dalam memperkuat kapasitas pemuda desa melalui berbagai program, mulai dari pelatihan kepemimpinan, magang vokasi, digitalisasi BUMDes, inkubasi bisnis desa, sertifikasi kompetensi hingga kesempatan pengembangan pendidikan.

Program tersebut diarahkan untuk membuka ruang lebih luas bagi generasi muda agar mampu berkontribusi secara langsung terhadap penguatan ekonomi desa.

“Desa bukan tempat untuk ditinggalkan. Desa memiliki banyak potensi yang membutuhkan anak-anak muda dengan kemampuan, kreativitas dan keberanian untuk mengembangkannya,” tegas Gus Afif.

Usai diskusi, Gus Afif kemudian diajak berkeliling melihat secara langsung kegiatan praktik siswa SMKN 2 Kota Mojokerto.

Ia mengunjungi ruang praktik Program Keahlian Kuliner dan melihat aktivitas siswa dalam membuat berbagai produk makanan dan minuman, di antaranya mi higienis, onde-onde serta aneka minuman.

Kegiatan tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana pendidikan vokasi dapat membekali siswa dengan keterampilan praktis yang tidak hanya berguna untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga dapat menjadi modal untuk menciptakan usaha mandiri dan mengembangkan potensi ekonomi di daerah maupun desa.

Melalui dialog tersebut, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara dunia pendidikan vokasi dengan pemerintah dalam menyiapkan generasi muda yang terampil, kreatif, berkarakter dan mampu menjadi penggerak pembangunan desa.(Kar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *