Berita  

SMKN 2 Kota Mojokerto Siapkan Lulusan Ber-Skill, Staf Khusus Kemendes PDT RI Dorong Kolaborasi dengan Dunia Perbankan

MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM– Upaya memperkuat keterampilan dan kesiapan siswa memasuki dunia kerja terus dilakukan SMKN 2 Kota Mojokerto. Hal tersebut disampaikan Kepala SMKN 2 Kota Mojokerto, Iswahyudi, S.ST., M.Pd., saat bertemu dengan Staf Khusus Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) RI, Dr. H. Muhammad Afif Zamroni, Lc., M.E.I., di lingkungan SMKN 2 Kota Mojokerto. Kamis (20/8/2026)

Dalam pertemuan tersebut, Iswahyudi menjelaskan bahwa SMKN 2 Kota Mojokerto memiliki lima program keahlian yang diarahkan untuk membekali peserta didik dengan keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja maupun peluang kewirausahaan.

Lima program tersebut meliputi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) yang mempelajari pembuatan website, aplikasi, serta berbagai solusi digital berbasis kode; Kuliner (Tata Boga) yang berfokus pada pengolahan makanan, tata boga dan kewirausahaan produk kuliner; serta Desain Komunikasi Visual (DKV) yang mempelajari desain, media visual, periklanan hingga branding.

Selain itu, terdapat Layanan Perbankan Syariah (LPS) yang membekali siswa dengan pengetahuan mengenai operasional, administrasi dan pelayanan perbankan berdasarkan prinsip syariah. Kemudian Teknik Pengolahan Hasil Pangan (TPHP) yang mempelajari proses pengolahan, pengujian hingga pengemasan hasil pertanian dan produk pangan.

Menurut Iswahyudi, program-program tersebut memiliki keterkaitan dengan penguatan ketahanan pangan sekaligus pengembangan keterampilan kewirausahaan siswa. Harapannya, setelah menyelesaikan pendidikan, para siswa tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga mempunyai keterampilan yang dapat dikembangkan untuk memasuki dunia kerja maupun menciptakan peluang usaha.

“Kami berharap ke depan mendapat support dari Gus Afif agar kegiatan-kegiatan yang sudah ada ini bisa semakin berkembang. Kami juga berharap ada dukungan dari kementerian, baik dalam bentuk pelatihan maupun bantuan permodalan, sehingga potensi yang dimiliki sekolah dan siswa dapat dikembangkan secara maksimal,” ujar Iswahyudi.

Menanggapi hal tersebut, Gus Afif mendorong agar program digitalisasi sekolah yang saat ini telah berjalan di berbagai satuan pendidikan dapat dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, perkembangan teknologi harus menjadi sarana untuk memperluas jejaring dan membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk sektor perbankan.

Ia juga mendorong SMKN 2 Kota Mojokerto untuk membangun komunikasi dan kerja sama dengan lembaga perbankan, sehingga keberadaan dunia usaha dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan pendidikan.

Gus Afif mencontohkan program OPOP (One Pesantren One Program) yang berkembang di lingkungan pesantren dengan dukungan pembiayaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

“Kalau di pesantren ada OPOP, One Pesantren One Program, yang bisa didukung melalui CSR. Konsep seperti ini bisa ditiru oleh lembaga pendidikan,” kata Gus Afif.

Menurutnya, kerja sama tersebut dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk. Salah satunya ketika siswa melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di lembaga perbankan. Kerja sama tidak harus berhenti pada kegiatan PKL, tetapi dapat dikembangkan menjadi kemitraan melalui program CSR, seperti pelatihan, peningkatan kompetensi siswa maupun pengembangan fasilitas pendidikan.

“Misalnya anak-anak yang PKL di lembaga perbankan, MOU-nya bisa dikembangkan. Tidak hanya untuk PKL, tetapi juga bisa diarahkan pada program CSR untuk SMKN 2 Kota Mojokerto, seperti pelatihan dan kegiatan peningkatan kapasitas lainnya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Afif juga memberikan apresiasi terhadap berbagai capaian SMKN 2 Kota Mojokerto. Ia menilai sekolah tersebut telah memiliki fasilitas yang mendukung peningkatan kompetensi siswa, termasuk ruang uji kompetensi pada sejumlah jurusan.

Selain fasilitas, Gus Afif juga mengapresiasi berbagai produk yang telah dihasilkan siswa, di antaranya produk makanan berupa mi serta minuman es jus.

Menurutnya, keberadaan fasilitas uji kompetensi dan kemampuan siswa dalam menghasilkan produk menjadi modal penting untuk membangun lulusan yang memiliki keterampilan sekaligus jiwa kewirausahaan.

Gus Afif yang juga dikenal sebagai menantu ulama ternama Mojokerto, Prof. Dr. KH. Asep Syaifuddin Chalim, berharap potensi yang dimiliki SMKN 2 Kota Mojokerto terus dikembangkan melalui kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dunia usaha dan dunia industri.

Dengan kolaborasi tersebut, pendidikan diharapkan tidak hanya berorientasi pada pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga mampu mencetak lulusan yang kompeten, mandiri dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun menciptakan lapangan usaha baru.(Kar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *