MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto terus memacu percepatan pengerjaan lima paket proyek jembatan senilai total Rp 13,9 miliar lebih di tahun berjalan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mencatat seluruh pengerjaan mengalami deviasi positif dari rencana awal, sehingga optimistis jembatan dapat rampung lebih cepat dari target.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Yuni Laili Faizah menegaskan, percepatan fisik di lapangan didukung oleh kondisi cuaca yang sangat bersahabat. Langkah ini sengaja diambil untuk mengejar perampungan struktur bawah sebelum memasuki musim penghujan. Saat ini pengerjaan difokuskan pada tahap konstruksi fondasi hingga pemasangan gelagar. Dari lima paket proyek jembatan, empat di antaranya tengah merampungkan pengerjaan abutmen atau fondasi, sedangkan satu jembatan sudah memasuki tahap pemasangan gelagar,’’ ungkapnya, Kamis (20/8/2026).
Berdasarkan laporan, progres fisik hingga pertengahan Agustus ini, kelima proyek jembatan tersebut menunjukkan capaian melampaui target. Pembangunan Jembatan Klanting, misalnya, memasuki minggu kedelapan, progresnya kini sudah mencapai 64 persen lebih dari rencana awal hanya 1,4 persen.
Proyek senilai Rp 3,1 miliar yang dikerjakan PT Lestari Abadi Sentosa tersebut dimulai pada akhir Juni lalu. ’’Dengan target pengerjaan panjang 12 meter dan lebar 7 meter dengan menggunakan konstruksi gelagar baja WF,’’ bebernya.
Kemudian, pembangunan Jembatan Sumberkembar IV – Ruas Wonodadi-Jatilangkung, pada minggu kedelapan realisasinya juga sudah mencapai 27 persen lebih. Ada deviasi sebesar 24 persen dari target mingguan. Proyek ini menelan anggaran Rp 3 miliar.
Selanjutnya pelebaran Jembatan Belik senilai Rp 1,6 miliar, realisasinya mencapai 18 persen. Sedangkan pembangunan Jembatan Lolawang I – Ruas Pekukuhan-Ngoro senilai Rp 3,5 miliar mencapai 19 persen. Terakhir, pelebaran Jembatan Sajen – Ruas Pacing-Pacet senilai Rp 2,7 miliar yang memasuki minggu ke-11 realisasinya telah mencapai 14 persen.
’Melihat tren positif tersebut, kami optimistis seluruh infrastruktur jembatan ini selesai lebih awal dari jadwal yang ditetapkan,’’ tegasnya.
Dengan demikian, lanjut Yuni, asas manfaat dari pembangunan jalan dan jembatan ini dapat segera dirasakan untuk mobilitas masyarakat. Di sisi lain, kendati pengerjaan di lapangan dikebut, Yuni menegaskan, aspek kualitas dan mutu bangunan tetap menjadi prioritas utama. ’’Pengawasan ketat dilakukan setiap hari di lokasi proyek untuk memastikan seluruh spesifikasi teknis terpenuhi dengan sempurna,’’ pungkasnya(Kar)














