MOJOKERTO, JURNALDETIK.COM– PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperkuat dukungannya terhadap operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Mojokerto. Dukungan tersebut diwujudkan melalui fasilitasi layanan perbankan, digitalisasi transaksi, edukasi tata kelola keuangan, hingga pemberian voucher dan doorprize bagi peserta kegiatan.
Komitmen tersebut ditunjukkan dalam kegiatan pemantauan operasionalisasi KDKMP di Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini dihadiri Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Kementerian Koperasi Republik Indonesia, Dr. Ir. Herbert H.O. Siagian, M.Sc., serta Rahadi Kristiyono selaku Regional Micro Banking Head Region 12 Surabaya, bersama jajaran pemerintah daerah dan sejumlah mitra terkait.
Kehadiran BRI dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari sinergi bersama Kementerian Koperasi dan pemerintah daerah untuk mendorong KDKMP agar mampu menjalankan kegiatan usaha secara profesional, transparan, dan berkelanjutan. Selain itu, dukungan ini diharapkan dapat memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat pedesaan.
Salah satu bentuk dukungan BRI adalah memfasilitasi pembukaan rekening resmi koperasi serta bersinergi dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dalam mendukung kelengkapan administrasi dan legalitas keuangan pengurus koperasi.
BRI juga mendorong pemanfaatan jaringan AgenBRILink sebagai sarana transaksi keuangan di lingkungan desa. Melalui layanan tersebut, masyarakat diharapkan semakin mudah melakukan transaksi setor dan tarik tunai serta pembayaran berbagai tagihan tanpa harus selalu datang ke kantor cabang bank.
Tak hanya menyediakan layanan transaksi, BRI turut mendorong peningkatan kapasitas pengurus KDKMP melalui edukasi pengelolaan keuangan, mekanisme pengajuan pembiayaan, serta pemanfaatan sistem digital untuk mendukung pencatatan dan pelaporan operasional koperasi.
Dalam kegiatan tersebut, BRI juga membagikan voucher dan doorprize kepada peserta sebagai bagian dari rangkaian acara pemantauan operasionalisasi KDKMP di Desa Lengkong.

Dalam sambutannya, Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Kementerian Koperasi RI, Dr. Ir. Herbert H.O. Siagian, M.Sc., menyampaikan bahwa operasionalisasi KDKMP masih berada pada tahap awal sehingga membutuhkan dukungan dan pengawasan berkelanjutan dari seluruh pihak.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pengurus, pengawas, manajer, anggota koperasi, pemerintah desa, serta mitra usaha agar koperasi dapat berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Herbert juga mendorong KDKMP Desa Lengkong untuk mengembangkan usaha yang mampu menampung hasil produksi lokal, seperti beras, jagung, palawija, dan hasil peternakan.
Menurutnya, keberadaan koperasi diharapkan dapat membantu masyarakat mengelola potensi ekonomi desa, termasuk menjaga stabilitas nilai jual komoditas ketika terjadi surplus produksi.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya pengawasan distribusi barang bersubsidi, seperti pupuk, beras SPHP, elpiji 3 kilogram, dan Minyakita, agar penyalurannya tepat sasaran serta sesuai dengan ketentuan pemerintah.
Sementara itu, Asisten Perekonomian Kabupaten Mojokerto, Nuryadi, menyampaikan apresiasi atas sinergi berbagai pihak dalam mendukung pengembangan KDKMP. Pemerintah Kabupaten Mojokerto bersama Forkopimda, menurutnya, mendukung pengembangan koperasi tersebut agar dapat menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat desa.
Melalui dukungan layanan keuangan, digitalisasi transaksi, dan penguatan kapasitas usaha, BRI berharap KDKMP di Kabupaten Mojokerto dapat semakin berkembang, memperluas aktivitas ekonomi masyarakat, serta mendukung pertumbuhan usaha produktif di tingkat desa.
Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf. Abi Suwanjoyo, S.Hub.Int., perwakilan Polres Mojokerto, Dinas Koperasi, jajaran BRI, pemerintah desa, pengurus dan anggota KDKMP, dan masyarakat setempat.(Kar)














