Berita  

BULOG Jatim Pastikan Stok Jagung Pakan Aman, Penyaluran SPHP Capai 75 Persen

SURABAYA, JURNALDETIK.COM, 8 Oktober 2026– Perum BULOG Kantor Wilayah Jawa Timur terus mempercepat penyaluran jagung pakan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Hingga 7 Oktober 2026, penyaluran di Jawa Timur telah mencapai 100.699 ton atau 75,22 persen dari total pagu yang ditetapkan.

Langkah percepatan tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan jagung pakan bagi peternak tetap terpenuhi dengan harga sesuai ketentuan pemerintah, yakni Rp5.000 per kilogram. BULOG juga memastikan ketersediaan stok jagung di Jawa Timur dalam kondisi memadai, termasuk adanya tambahan pasokan yang masih dalam perjalanan dari sejumlah daerah sentra produksi.

Secara nasional, program SPHP jagung tahun 2026 telah terealisasi sebanyak 185.699 ton atau sekitar 76,7 persen dari total alokasi 241.972 ton. Program tersebut telah menjangkau 151 koperasi dan asosiasi peternak dengan total sekitar 7.553 peternak di berbagai wilayah Indonesia.

Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., mengatakan percepatan penyaluran menjadi bagian dari upaya pemerintah bersama BULOG menjaga ketersediaan bahan baku pakan sekaligus mendukung keberlangsungan usaha peternakan.

“BULOG berkomitmen penuh memastikan jagung tersedia dan dapat diakses oleh para peternak dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp5.000 per kilogram. Kami terus mengoptimalkan seluruh jaringan distribusi dan mempercepat penyaluran di berbagai wilayah agar manfaat program ini benar-benar dirasakan oleh peternak,” ujarnya.

Sementara itu, Pemimpin Perum BULOG Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu A, menyampaikan bahwa dari pagu penyaluran SPHP jagung Jawa Timur sebesar 133.867 ton, sebanyak 100.699 ton telah disalurkan kepada peternak atau mencapai 75,22 persen.

Saat ini, stok jagung yang tersedia di wilayah Jawa Timur mencapai 6.437 ton. Selain itu, BULOG juga tengah menunggu pasokan tambahan dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara dan Gorontalo, serta Nusa Tenggara Barat dengan total mencapai 35.804 ton.

“Jadi kami sampaikan bahwa peternak tidak perlu khawatir karena secara stok jagung yang dikelola BULOG Jawa Timur sangat memadai untuk memenuhi sisa kebutuhan penyaluran SPHP Jagung. Fokus kami saat ini adalah mempercepat pergerakan stok dan penyaluran kepada para peternak yang membutuhkan, sehingga tidak ada kendala distribusi yang menghambat peternak memperoleh jagung,” kata Langgeng.

Secara nasional, posisi stok jagung pemerintah per 7 Oktober 2026 tercatat sebanyak 98.442 ton. Ketersediaan tersebut menjadi salah satu modal BULOG untuk melanjutkan penyaluran sesuai alokasi yang telah ditetapkan pemerintah.

Selain penyaluran SPHP, BULOG juga menjalankan penugasan pengadaan Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) yang bersumber dari produksi petani dalam negeri. Tahun ini, pemerintah menetapkan target pengadaan sebesar 1 juta ton.

Untuk mendukung penyerapan tersebut, pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) jagung sebesar Rp5.500 per kilogram untuk kadar air 18–20 persen di tingkat petani. Sementara untuk jagung dengan kadar air maksimal 14 persen dan memenuhi standar kualitas di gudang BULOG, HPP ditetapkan sebesar Rp6.400 per kilogram.

BULOG terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak serta jaringan pengadaan di daerah guna memastikan hasil produksi petani terserap sekaligus memperkuat cadangan jagung pemerintah.

Percepatan penyaluran SPHP dan pengadaan jagung dalam negeri tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan petani dan kebutuhan peternak, terutama menjelang periode Natal dan Tahun Baru.

Dengan ketersediaan stok serta tambahan pasokan yang terus bergerak, BULOG menegaskan komitmennya menjaga stabilitas pasokan dan harga jagung sekaligus mendukung keberlanjutan sektor peternakan dan ketahanan pangan nasional.(Kar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *