Demi Kenyamanan Belajar Siswa, Pemkab Mojokerto Benahi Sarpras SDN Kedungmungal Lewat Program Revitalisasi APBN

Oplus_16908288

MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM– Program revitalisasi satuan pendidikan mulai direalisasikan di SDN Kedungmungal, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. Proyek yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 tersebut mendapat dukungan anggaran sebesar Rp893.915.669.

Pekerjaan revitalisasi ini diharapkan dapat memperbaiki kondisi fasilitas sekolah sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.

Kepala SDN Kedungmungal, Ahmad Fauzi, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, peningkatan kualitas sarana dan prasarana sekolah menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung proses pembelajaran.

“Dengan adanya revitalisasi ini, kami berharap fasilitas sekolah menjadi lebih baik sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi siswa dan guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar,” kata Ahmad Fauzi, Kamis (27/8/2026).

Ia berharap pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai ketentuan, baik dari sisi waktu maupun kualitas. Setelah selesai, fasilitas yang telah diperbaiki juga diharapkan dapat dijaga dan dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung kegiatan pendidikan.

“Harapan kami pekerjaan berjalan lancar dan hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh warga sekolah,” tambahnya.

Program revitalisasi satuan pendidikan merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan. Perbaikan infrastruktur sekolah dinilai penting agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dalam kondisi yang lebih aman dan kondusif.

Pihak sekolah pun berharap program serupa dapat terus berlanjut sehingga kebutuhan sarana pendidikan yang masih memerlukan penanganan dapat dilakukan secara bertahap.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Amzar Azhari Siregar, melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras), Indi Ilmiyah, menjelaskan bahwa revitalisasi di SDN Kedungmungal difokuskan pada sejumlah fasilitas yang kondisinya mengalami kerusakan berat.

Menurut Indi, penanganan tersebut menjadi prioritas agar ruang yang sebelumnya kurang layak dapat kembali digunakan secara optimal sebagai ruang belajar siswa.

“Fokus pekerjaan saat ini pada perbaikan ruang kelas yang mengalami kerusakan berat. Harapannya, setelah selesai nanti ruang tersebut bisa kembali dimanfaatkan secara maksimal untuk menunjang kegiatan pembelajaran,” jelas Indi.

Selain ruang kelas, pekerjaan revitalisasi juga mencakup pembangunan pagar pengaman di lingkungan sekolah. Keberadaan pagar tersebut diharapkan dapat meningkatkan aspek keamanan sekaligus memberikan batas yang lebih jelas antara area sekolah dengan lingkungan di sekitarnya.

Indi menegaskan, pembangunan sarana pendidikan tidak hanya berorientasi pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga harus memberikan dampak terhadap terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung proses pendidikan.

“Kami ingin fasilitas yang diperbaiki ini benar-benar memberikan manfaat jangka panjang. Sarana pendidikan harus memenuhi aspek kelayakan dan keamanan sehingga guru dapat mengajar dengan nyaman dan siswa bisa mengikuti pembelajaran dengan lebih kondusif,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan pekerjaan agar proses revitalisasi berjalan sesuai dengan rencana dan ketentuan yang telah ditetapkan.

“Kalau melihat progresnya, kemungkinan awal September sudah bisa tuntas. Pekerjaannya memang tidak mencakup keseluruhan gedung, melainkan pada bagian-bagian yang menjadi prioritas untuk diperbaiki,” pungkasnya.(Kar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *