JOMBANG, jurnal detik.com-Pemerintah Kabupaten Jombang menggelar Do’a dan Pengajian Manasik bersama Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Dr. K.H. Mochamad Irfan Yusuf Hasyim, M.Pd. (Gus Irfan) yang diikuti calon jemaah haji reguler Kabupaten Jombang Tahun 2027 di Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang, Jawa Timur, pada Rabu (26/8/2026) sore. Kegiatan ini menjadi momentum bagi calon jemaah untuk mendapatkan pembekalan sekaligus arahan dalam mempersiapkan pelaksanaan ibadah haji.
Hadir mendampingi Gus Irfan, Bupati Jombang Warsubi S.H., M.Si.,menyampaikan bahwa kehadiran Menteri Haji dan Umrah RI menjadi kebahagiaan dan kebanggaan, khususnya bagi para calon jemaah haji yang mengikuti manasik.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jombang, kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran Gus Menteri dalam kesempatan ini. Tentu ini menjadi kebahagiaan dan kebanggaan bagi kami, terutama bagi para calon jemaah haji kita yang pada hari ini mengikuti manasik,” tutur Bupati Warsubi.
Menurut Bupati, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi Pemkab Jombang dan calon jemaah untuk mendapatkan arahan secara langsung dari Kementerian Haji dan Umrah.
“Kehadiran Gus Menteri hari ini menjadi kesempatan yang baik bagi kami untuk mendapatkan arahan secara langsung. Kami juga berharap, hal-hal yang menjadi kebutuhan dan harapan para jemaah dapat disampaikan dan mendapat perhatian dari Kementerian Haji dan Umrah,” ujarnya.
Bupati Warsubi menekankan pentingnya calon jemaah memahami seluruh rangkaian dan tahapan ibadah haji sebelum berangkat ke Tanah Suci. “Ibadah haji memiliki rangkaian yang harus dipahami dengan baik. Bapak dan Ibu calon jemaah haji perlu memahami setiap tahapan ibadah haji. Setiap tahapan memiliki ketentuan masing-masing. Jangan sampai jemaah memahami ibadah hanya ketika sudah berada di Tanah Suci,” tegasnya.
Karena itu, Bupati Warsubi mengajak calon jemaah memanfaatkan kegiatan manasik dengan sebaik-baiknya. “Simak arahan yang disampaikan Gus Menteri. Catat hal-hal yang perlu dipersiapkan, sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas tentang apa yang akan dihadapi di Tanah Suci,” katanya.
Bupati juga mengingatkan agar jemaah memiliki kesiapan secara menyeluruh serta menghimbau agar calon jemaah haji siap dengan rangkaian ibadahnya, siap mengikuti aturan, siap mengikuti arahan petugas, dan siap menjaga diri serta sesama jemaah.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Warsubi menegaskan Pemkab Jombang siap berkoordinasi dan mendukung upaya Kementerian Haji dan Umrah dalam memperkuat pembinaan serta mempersiapkan calon jemaah haji di daerah.
“Pemerintah Kabupaten Jombang siap berkoordinasi dan mendukung upaya-upaya yang dilakukan bersama Kementerian Haji dan Umrah dalam mempersiapkan para jemaah,” tambahnya.
Bupati Warsubi juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jombang serta seluruh pihak yang terus mendampingi persiapan para calon jemaah haji.
“Semoga Allah SWT memberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran kepada seluruh calon jemaah haji Kabupaten Jombang, diberikan kemudahan dalam setiap tahapan ibadah, kembali ke Tanah Air dengan selamat, serta meraih haji yang mabrur. Aamiin ya Rabbal ‘alamin,” pungkasnya.
Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah RI, Gus Irfan menyampaikan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 telah selesai. Menurutnya, setelah menunaikan ibadah haji, hal penting yang harus dilakukan adalah menjaga kemabruran haji.
“Ibadah haji 2026 telah usai. Tugas kita adalah menjaga kemabruran. Haji yang mabrur harus melahirkan perubahan, ibadah semakin baik dan terjaga,” ujar Gus Irfan.
Kepada calon jemaah haji tahun 2027, Gus Irfan mengimbau agar mempersiapkan diri sejak jauh hari, terutama dengan mempelajari rukun dan rangkaian ibadah haji sebelum berangkat ke Tanah Suci.
“Bapak dan Ibu calon jemaah haji harus mempelajari rukun haji sebelum berangkat ke Tanah Suci,” pesannya.
Selain pemahaman ibadah, Gus Irfan juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan stamina. Jemaah diimbau tidak memforsir aktivitas agar kondisi fisik tetap prima selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
“Bapak Ibu calon jemaah haji harus menjaga diri dengan manasik kesehatannya, jangan sampai memforsir diri sehingga kelelahan saat menunaikan ibadah haji,” jelas Gus Irfan.
Gus Irfan juga menyampaikan bahwa indeks kepuasan jemaah haji tahun 2026 mencapai sekitar 92 persen. Capaian tersebut menjadi dorongan bagi Kementerian Haji dan Umrah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2027.
“Indeks kepuasan jemaah haji 2026 mencapai sekitar 92 persen. Oleh karena itu, Kementerian Haji dan Umrah akan bekerja lebih keras agar pelayanan haji 2027 dapat lebih maksimal,” pungkasnya.(Titin Mujiati)














