MOJOKERTO, JURNALDETIK.COM – Staf Khusus Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) RI Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dan Hubungan Kelembagaan, Dr. H. Muhammad Afif Zamroni, Lc., M.E.I., melakukan koordinasi dan silaturahmi bersama jajaran Pengurus PGRI Kabupaten Mojokerto, Kamis (10/9/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Den-Bei Resto & Cafe Family, Jalan Raya Pungging, Desa Kembangringgit, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, tersebut membahas sejumlah agenda strategis yang akan dilaksanakan dalam beberapa bulan ke depan.
Sedikitnya terdapat tiga agenda besar yang menjadi fokus pembahasan, yakni Pekan Olahraga SD Mandiri, perebutan Piala Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, serta rangkaian peringatan HUT ke-81 PGRI yang salah satunya akan dikemas melalui apel akbar.
Ketua PGRI Kabupaten Mojokerto, Suwardi, S.Pd., mengatakan, pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara PGRI, pemerintah daerah dan berbagai pihak dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat kegiatan organisasi.
“Kami berharap sinergi pendidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan dapat terjalin dengan baik. Pertemuan ini juga menjadi kesempatan untuk membahas berbagai agenda PGRI ke depan,” ujar Suwardi.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan HUT ke-81 PGRI tahun 2026 juga akan menjadi bagian penting bagi para guru di Kabupaten Mojokerto. Selain agenda organisasi, PGRI juga tengah mempersiapkan sejumlah kegiatan yang melibatkan guru dari berbagai jenjang pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Suwardi turut menyampaikan sejumlah aspirasi yang berkaitan dengan kondisi tenaga pendidik, khususnya guru honorer di Kabupaten Mojokerto.

Menurutnya, masih terdapat guru yang membutuhkan perhatian terkait status kepegawaian. PGRI berharap adanya dukungan dan koordinasi dengan pemerintah pusat agar tenaga honorer yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh kepastian status melalui skema ASN PPPK maupun kebijakan lainnya.
“Guru merupakan bagian penting dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, kami berharap aspirasi para guru, khususnya terkait status kepegawaian, dapat mendapat perhatian,” katanya.
Selain persoalan tenaga honorer, PGRI juga menyampaikan aspirasi terkait kepala sekolah yang akan memasuki masa pensiun namun terdampak ketentuan baru mengenai masa jabatan atau penugasan kepala sekolah.
“Kami juga berharap ada kebijakan yang dapat memberikan solusi bagi kepala sekolah yang sudah mendekati masa pensiun,” tambahnya.
Suwardi juga menyampaikan rencana sejumlah kegiatan PGRI, termasuk kegiatan olahraga tenis meja serta program Anugerah Guru Prima (AGP) yang terbuka bagi guru jenjang TK, SD hingga SMP.
PGRI Kabupaten Mojokerto juga dijadwalkan meluncurkan PGRI Power di Gedung PGRI Kabupaten Mojokerto pada Senin mendatang sebagai bagian dari penguatan organisasi dan aktivitas PGRI.
Sementara itu, Staf Khusus Mendes PDT Bidang SDM dan Hubungan Kelembagaan, Dr. H. Muhammad Afif Zamroni, menegaskan pentingnya kolaborasi antarlembaga untuk menyukseskan berbagai agenda yang akan berlangsung di Kabupaten Mojokerto.
“Kita berkoordinasi dan bersinergi bersama untuk mengkolaborasikan tiga agenda besar akhir tahun dalam menyambut Hari Ulang Tahun PGRI ke-81,” kata Gus Afif.
Ia menyebutkan, tiga agenda tersebut meliputi Pekan Olahraga SD Mandiri, perebutan Piala Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, serta peringatan HUT ke-81 PGRI.
Menurut Gus Afif, rangkaian kegiatan tersebut nantinya dapat dikolaborasikan dengan agenda nasional Hari Desa Nasional yang akan diselenggarakan di Kabupaten Mojokerto.
“Kami dari Kementerian Desa sangat bangga dan memberikan apresiasi kepada PGRI yang berkenan berkolaborasi bersama pemerintah daerah untuk menyukseskan berbagai kegiatan di Kabupaten Mojokerto,” ungkapnya.
Gus Afif menjelaskan, rangkaian Hari Desa Nasional akan mulai memasuki tahapan peluncuran atau kick off pada Oktober 2026 dan berlanjut hingga puncak peringatan Hari Desa Nasional pada 15 Januari.
Rentang waktu tersebut, menurutnya, dapat diisi dengan berbagai kegiatan lokal, provinsi maupun nasional yang melibatkan berbagai unsur masyarakat dan stakeholder di Kabupaten Mojokerto.
“Kita berharap semua stakeholder dan seluruh komponen yang ada di Kabupaten Mojokerto ikut serta memeriahkan dan berkolaborasi. Ini penting untuk menunjukkan bahwa Kabupaten Mojokerto siap menyelenggarakan event nasional, bahkan tidak menutup kemungkinan event internasional,” jelasnya.
Ia menambahkan, dari sisi Kementerian Desa, pihaknya ingin sekolah-sekolah, khususnya SD dan SMP yang berada di wilayah desa, ikut mengambil peran dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Bentuknya dapat berupa kegiatan pendidikan, olahraga, kesehatan, kepramukaan maupun berbagai kegiatan kreatif yang melibatkan para pelajar.
“Usulan-usulan untuk meningkatkan kreativitas anak dari sisi pendidikan bisa melalui cerdas cermat, kelas of champion dengan model Mojokerto, maupun kreativitas di bidang olahraga, pramuka dan kegiatan lainnya,” tuturnya.
Gus Afif berharap PGRI bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto dapat merumuskan kegiatan yang kreatif dan menarik sehingga peringatan HUT ke-81 PGRI sekaligus rangkaian Hari Desa Nasional dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah pusat telah mempersiapkan agenda nasional Hari Desa Nasional di Kabupaten Mojokerto. Bahkan, Kementerian Desa telah mengirimkan surat kepada Presiden agar berkenan hadir dalam puncak kegiatan tersebut.
“Kita berharap nanti di Mojokerto bisa dihadiri oleh Presiden. Ketika Presiden hadir, tentu berbagai aspirasi dari masyarakat, termasuk aspirasi guru yang disampaikan Pak Ketua PGRI, diharapkan bisa didengar dan mendapatkan perhatian,” ujarnya.
Gus Afif menegaskan, kolaborasi antara Kementerian Desa, Pemerintah Kabupaten Mojokerto dan PGRI tidak hanya berhenti pada satu kegiatan, tetapi diharapkan terus berlanjut dalam berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama jajaran PGRI Kabupaten Mojokerto untuk membahas teknis pelaksanaan tiga agenda besar tersebut sekaligus menggali berbagai gagasan dan masukan untuk rangkaian kegiatan HUT ke-81 PGRI serta dukungan terhadap agenda Hari Desa Nasional di Kabupaten Mojokerto. (Kar)














