MOJOKERTO, JURNALDETIK.COM – Kontingen Jujitsu Kabupaten Mojokerto sukses menorehkan prestasi membanggakan dalam Kejuaraan Jujitsu Madiun Open (KJMO) Piala Wali Kota Madiun 2026 di auditorium akademi perkeretaapian Indonesia ( Madiun ). Turun dengan semangat dan persiapan maksimal, para atlet Mojokerto berhasil membawa pulang 26 medali, terdiri dari 11 emas, 9 perak dan 6 perunggu.
Capaian tersebut menjadi hasil positif sekaligus modal berharga bagi Jujitsu Kabupaten Mojokerto dalam mempersiapkan atlet menghadapi agenda yang lebih besar, yakni Kejurprov 2026 dan Porprov 2027 di Surabaya.
Ketua Kontingen Jujitsu Kabupaten Mojokerto, Dimas Argo Bhaskoro, mengapresiasi perjuangan seluruh atlet yang telah bertanding dan memberikan kemampuan terbaiknya.
Menurutnya, raihan 26 medali menunjukkan bahwa pembinaan atlet Jujitsu Kabupaten Mojokerto terus mengalami perkembangan. Selain menjadi kebanggaan, hasil tersebut juga menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan prestasi pada kejuaraan berikutnya.
“Alhamdulillah, anak-anak mampu memberikan hasil yang maksimal dengan meraih 26 medali. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kami, sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan prestasi,” ujar Dimas, Senin (5/10/2026).
Ia menambahkan, pengalaman bertanding di Madiun Open sangat penting bagi para atlet. Sebab, mereka dapat mengukur kemampuan sekaligus mengetahui kekurangan yang masih perlu diperbaiki sebelum menghadapi kompetisi tingkat provinsi maupun nasional.
“Target kami bukan hanya mendapatkan medali di satu kejuaraan. Yang lebih penting adalah bagaimana pengalaman dari pertandingan ini bisa menjadi bekal untuk menghadapi Kejurprov 2026 dan Porprov 2027,” tegasnya.
Sementara itu, Pelatih Jujitsu Kabupaten Mojokerto, Zainal Afif, mengatakan keikutsertaan dalam KJMO Piala Wali Kota Madiun 2026 merupakan bagian dari program pemantapan atlet.
Menurutnya, persaingan dalam kejuaraan tersebut cukup ketat karena diikuti atlet dari berbagai daerah. Karena itu, hasil yang diraih atlet Mojokerto patut diapresiasi.
“Event di Madiun ini menjadi salah satu upaya untuk pemantapan atlet menjelang Kejurprov 2026 dan Porprov 2027 di Surabaya. Kami bisa melihat sejauh mana kemampuan atlet, sekaligus mengevaluasi kekurangan yang masih ada,” kata Zainal Afif.
Meski belum berhasil menjadi juara umum, Zainal menilai performa anak asuhnya sudah menunjukkan perkembangan yang positif.
“Kita memang belum bisa menjadi juara umum, tetapi prestasi anak-anak sudah sangat membanggakan. Apalagi event ini levelnya nasional, sehingga persaingan yang dihadapi cukup ketat,” ungkapnya.
Dalam kategori Fighting System, sejumlah atlet Mojokerto berhasil meraih podium. Medali emas masing-masing dipersembahkan Aloysius Boy Fran Sinaga di kelas U21-77 kg, Bagus Ananda Putra Triyono di kelas U14-55 kg, serta Eriska Okta Aulia di kelas U12-44 kg.
Sementara medali perak diraih Muhammad Dzaki Al Fakhri U18-62 kg, Enggar Ayurundya Farzanazizie U14-40 kg, Eilen Dyta Clarissa U16-44 kg, Gilang Narendra Pandu Wijaya U12-27 kg dan Imroatul Mufidah U16-52 kg.
Pada kategori Newaza System, atlet Jujitsu Kabupaten Mojokerto juga menunjukkan performa impresif dengan menyumbangkan sejumlah medali emas. Di antaranya Maisyah Almira Bhaskoro, Maira Alesha Bhaskoro, Bagus Ananda Putra Triyono, Andreas Petrus Bintang Setiawan, Nur Aisyah, Rifaldi Azkara Putra, Miftakhul Nur Amelia dan Raya Marafa Putra.
Selain deretan medali emas dan perak tersebut, atlet lainnya juga berhasil menyumbangkan medali perunggu. Raihan tersebut menunjukkan bahwa potensi atlet Jujitsu Kabupaten Mojokerto cukup merata di berbagai kelompok usia dan kelas pertandingan.
Dengan total 11 emas, 9 perak dan 6 perunggu, kontingen Jujitsu Kabupaten Mojokerto mengoleksi 26 medali dari ajang KJMO Piala Wali Kota Madiun 2026.
Zainal Afif menegaskan, hasil tersebut tidak akan membuat tim pelatih berpuas diri. Evaluasi akan terus dilakukan, terutama untuk meningkatkan teknik, fisik, strategi dan mental bertanding para atlet.
“Yang paling penting dari event ini adalah pengalaman bertanding dan evaluasi. Setelah ini kami akan melakukan pembenahan dan meningkatkan latihan agar atlet semakin siap menghadapi Kejurprov 2026 maupun Porprov 2027,” pungkasnya. (Kar)














